Jakarta — Samsung resmi meluncurkan Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise, varian khusus dari ponsel lipat andalannya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan bisnis dan korporasi. Perilisan ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran versi regulernya pada ajang Galaxy Unpacked 2025, yang digelar secara global pada Selasa (5/8).
Samsung rilis Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan perangkat kerja mobile dengan keamanan tinggi dan dukungan layanan jangka panjang. Perangkat ini membawa sejumlah perbedaan signifikan dibanding versi reguler, terutama dalam hal perlindungan data, durabilitas, dan software penunjang produktivitas.
Salah satu fitur unggulan yang membedakan Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise dari versi reguler adalah sistem keamanan berbasis Samsung Knox Suite versi terbaru. Sistem ini menawarkan proteksi data end-to-end, pengelolaan perangkat secara terpusat, serta kontrol kebijakan IT perusahaan yang lebih fleksibel. Samsung menyebut edisi ini cocok untuk perusahaan yang membutuhkan perangkat dengan sistem keamanan korporat yang ketat.
Selain itu, Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise juga hadir dengan masa dukungan software dan pembaruan keamanan lebih lama, yakni hingga 5 tahun. Ini berbeda dengan versi reguler yang rata-rata hanya mendapat dukungan penuh selama 3 tahun. Hal ini menjadi nilai tambah penting bagi perusahaan yang mengutamakan investasi jangka panjang pada perangkat kerja mereka.
Perbedaan lain terletak pada aplikasi bawaan dan sistem manajemen perangkat yang disesuaikan untuk lingkungan bisnis. Samsung menyematkan beberapa fitur eksklusif seperti DeX Mode Enterprise, pengelolaan kerja lintas layar, dan lisensi Microsoft 365 Business gratis selama satu tahun dalam paket pembelian.

Dari sisi desain fisik, tidak banyak perbedaan mencolok antara Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise dan versi reguler. Keduanya sama-sama membawa layar utama Dynamic AMOLED 7,6 inci yang dapat dilipat, prosesor Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy, serta kapasitas baterai 4.600 mAh dengan dukungan fast charging 45W.
Namun demikian, pada bagian belakang body edisi Enterprise, terdapat logo khusus kecil bertuliskan “Enterprise Edition” sebagai penanda eksklusivitas. Selain itu, perangkat ini hanya tersedia dalam dua warna formal: Graphite Black dan Silver Titanium, sesuai dengan citra profesional yang diusung.
“Samsung rilis Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise untuk membantu perusahaan bertransformasi secara digital dengan perangkat mobile yang kuat, aman, dan terintegrasi,” ujar TM Roh, President Samsung Mobile Experience Business, dalam presentasinya.
Hingga kini, belum diumumkan secara resmi harga jual untuk pasar Indonesia. Namun di pasar global, Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise dibanderol sekitar USD 2.199 atau setara Rp34 juta, sedikit lebih mahal dari versi reguler.
Dengan Samsung rilis Galaxy Z Fold 7 edisi Enterprise, perusahaan tampaknya ingin memperluas ekosistem bisnis mereka di tengah meningkatnya tren kerja hybrid dan mobile office.
Ikuti terus informasi terbaru mengenai teknologi dan gadget lainnya di www.gelanggangnews.com.













