gelanggangnews, Setelah bertahun-tahun mengalami perbaikan yang tak kunjung selesai, Rusia akhirnya mulai menyerah pada kapal induk satu-satunya, Admiral Kuznetsov. Kapal yang diluncurkan pada tahun 1985 ini kini dikabarkan akan dijual atau dibesituakan, menandai berakhirnya era simbol kekuatan maritim Moskow.
Dalam laporan terbaru, Direktur Galangan Kapal Negara Rusia (USC), Andrei Kostin, mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi nilai ekonomis dalam melanjutkan perbaikan kapal berusia lebih dari 40 tahun tersebut. “Tidak ada gunanya lagi memperbaiki Admiral Kuznetsov. Biayanya terlalu mahal,” ujarnya seperti dikutip dari harian Kommersant.
Kapal ini terakhir aktif dalam konflik Suriah, namun telah menganggur sejak 2017 akibat serangkaian kecelakaan, kebakaran, dan kerusakan teknis. Proyek perbaikan yang semula dijadwalkan rampung tahun 2022 mengalami penundaan, sementara biaya melonjak dari 20 miliar menjadi 60 miliar rubel.
Simbol Kejayaan yang Kini Terkikis Zaman
Menurut analis militer internasional, hilangnya kapal induk Admiral Kuznetsov adalah tamparan psikologis besar bagi armada laut Rusia. Yoruk Isik, pengamat dari Bosphorus Observer, menyebut keputusan ini sebagai kehilangan prestise global. “Untuk menjaga pengaruh di dunia, kapal induk seperti ini dibutuhkan. Rusia menyerahkan satu-satunya kapal yang dimilikinya,” ucapnya.
Mantan Komandan Armada Pasifik Rusia, Laksamana Sergey Avakyants, bahkan menyebut kapal induk sebagai “relic masa lalu”—struktur besar dan mahal yang tidak cocok lagi di era senjata presisi modern.
Dunia Melaju, Rusia Mundur Satu Langkah
Jika benar-benar dibesituakan, Rusia akan resmi tanpa kapal induk operasional, berbeda jauh dengan Amerika Serikat yang memiliki 11 kapal induk super dan 92 kapal perang besar lainnya. Rusia saat ini hanya memiliki 13 kapal penjelajah/perusak, serta jumlah fregat dan kapal selam yang jauh tertinggal dari AS.
Meski belum ada keputusan resmi, komentar dari pejabat dan penundaan perbaikan yang terus berulang menunjukkan masa depan Admiral Kuznetsov berada di ujung tanduk. Bahkan Presiden Vladimir Putin telah memberi sinyal kemungkinan pemotongan anggaran militer tahun depan.
Untuk informasi geopolitik dan pertahanan global lainnya, baca selengkapnya di:
👉 www.gelanggangnews.com

