Pria di Jatinegara Tega Bakar Istri Sendiri, Kini Diburu Polisi

GELANGGANG NEWS — Aksi kekerasan rumah tangga yang mengerikan kembali terjadi di Jakarta. Seorang pria di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, diduga membakar istrinya sendiri hidup-hidup setelah terlibat pertengkaran hebat di rumah kontrakan mereka. Pelaku yang hingga kini masih buron, tengah dalam pengejaran intensif pihak kepolisian.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam (13/10/2025) di kawasan Kampung Melayu, Jatinegara. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berinisial RA (38) nekat melakukan tindakan sadis tersebut setelah cekcok dengan istrinya, DS (34), terkait masalah ekonomi rumah tangga. Pertengkaran yang awalnya berlangsung di dalam rumah tiba-tiba berubah menjadi aksi brutal ketika pelaku menyiramkan bensin ke tubuh korban dan langsung menyulut api.

Korban yang mengalami luka bakar serius sempat berteriak meminta pertolongan hingga warga sekitar berdatangan dan mencoba memadamkan api. Namun pelaku langsung melarikan diri dari lokasi menggunakan sepeda motor sebelum warga sempat menangkapnya.

“Kami dengar suara perempuan menjerit minta tolong. Saat kami keluar, api sudah besar di depan rumah kontrakan itu. Warga langsung bantu padamkan dengan air dan kain basah,” ujar Samsudin (45), salah satu saksi di lokasi kejadian.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi kritis dengan luka bakar mencapai 80 persen di bagian tubuh. Hingga berita ini ditulis, tim medis masih berjuang memberikan perawatan intensif.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Aryo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi pelaku dan sedang melakukan pengejaran di beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

“Pelaku sudah kami identifikasi. Tim gabungan Reskrim Polsek Jatinegara dan Polres Metro Jaktim sedang melakukan pengejaran. Kami juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk tetangga dan keluarga korban,” ungkap Kombes Nicolas dalam konferensi pers, Senin (14/10/2025).

Menurut hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui memiliki riwayat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Beberapa tetangga mengaku sering mendengar suara pertengkaran antara pasangan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

“Mereka memang sering ribut, apalagi kalau masalah uang. Istrinya kerja di warung, suaminya kadang nganggur. Tapi tidak sangka sampai tega melakukan hal seperti itu,” kata Yuli (37), warga sekitar.

Polisi menduga kuat bahwa motif utama pelaku adalah amarah dan rasa cemburu setelah mengetahui korban berencana bekerja di luar kota tanpa seizin suaminya. Selain itu, penyidik juga tengah menelusuri apakah pelaku dalam pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan domestik yang berujung tragis di ibu kota. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan di lingkungan rumah tangga.

“Kami mendorong masyarakat agar berani melapor. Jangan menunggu sampai terjadi tragedi seperti ini,” tegas Kombes Nicolas.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga turut menyoroti kasus ini. Dalam pernyataannya, KemenPPPA menyebut pentingnya pencegahan dan edukasi tentang kekerasan berbasis gender serta perlindungan terhadap korban KDRT di tingkat keluarga maupun komunitas.

Sementara itu, pihak keluarga korban meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami hanya ingin keadilan. Adik saya orang baik, dia tidak pantas diperlakukan seperti itu,” ucap kakak korban dengan mata berkaca-kaca.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku di wilayah sekitar Bekasi dan Depok berdasarkan rekaman CCTV serta keterangan warga yang melihat pelaku kabur menggunakan motor matic berwarna hitam.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar kekerasan dalam rumah tangga tidak lagi dianggap masalah pribadi, melainkan pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas.


Info berita kriminal dan peristiwa terkini lainnya hanya di www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *