Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Prabowo Minta Polisi Terluka Naik Pangkat, Kapolri: Mereka Bekerja Keras

ByAdmin Gelanggang

Sep 2, 2025

GELANGGANG NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meminta agar aparat kepolisian yang mengalami luka saat bertugas dalam pengamanan aksi unjuk rasa mendapat perhatian khusus, termasuk usulan kenaikan pangkat. Hal ini disampaikan menyusul insiden kerusuhan yang menimbulkan korban di kalangan aparat maupun masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap pengorbanan aparat kepolisian. Ia menilai, polisi yang terluka saat menjalankan tugas negara berhak mendapatkan penghargaan lebih, baik dalam bentuk perawatan medis maupun kenaikan pangkat.

“Para anggota kepolisian yang berjuang di lapangan telah mempertaruhkan nyawa demi menjaga keamanan. Polisi yang terluka harus diberi apresiasi, salah satunya dengan kenaikan pangkat,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi, Senin (1/9).

Permintaan Prabowo minta polisi terluka naik pangkat mendapat respons positif dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyampaikan bahwa jajaran kepolisian memang bekerja keras menjaga stabilitas keamanan nasional, sehingga layak memperoleh penghargaan dari negara.

“Mereka bekerja keras di lapangan, menghadapi berbagai risiko, bahkan hingga terluka. Dukungan dari Presiden menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus melayani masyarakat dengan maksimal,” kata Kapolri.

Bentuk Apresiasi Negara

Menurut Kapolri, pemberian kenaikan pangkat bagi anggota yang terluka akan melalui mekanisme internal Polri sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, Polri juga menyiapkan bantuan pemulihan kesehatan serta santunan untuk keluarga aparat yang menjadi korban.

“Pangkat adalah salah satu bentuk penghargaan, namun yang terpenting adalah memastikan kesejahteraan dan kondisi kesehatan anggota tetap terjamin,” tambah Kapolri.

Kebijakan Prabowo minta polisi terluka naik pangkat dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperkuat solidaritas antara negara dan aparat keamanan. Sejumlah pengamat menilai langkah ini tidak hanya meneguhkan moral kepolisian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dukungan dan Kritik

Sejumlah kalangan masyarakat memberikan dukungan atas langkah tersebut. Mereka menilai bahwa aparat yang terluka dalam tugas pantas mendapat penghargaan lebih.

Namun, kritik juga muncul dari kelompok masyarakat sipil yang menilai perhatian pemerintah seharusnya diberikan secara berimbang, baik kepada aparat maupun warga sipil yang menjadi korban dalam sebuah insiden. “Negara harus hadir untuk semua pihak, bukan hanya aparat,” ujar salah satu aktivis hak asasi manusia.

Meski demikian, secara umum kebijakan ini dipandang sebagai langkah positif untuk memperbaiki hubungan internal di tubuh kepolisian.

Menjaga Stabilitas Nasional

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan Prabowo minta polisi terluka naik pangkat dianggap sebagai strategi untuk memperkuat komitmen aparat dalam menjaga stabilitas nasional. Aparat yang merasa diapresiasi diharapkan dapat bekerja lebih maksimal dan profesional di lapangan.

“Penghargaan seperti ini sangat penting, karena menumbuhkan loyalitas dan semangat anggota Polri dalam menjalankan tugas,” jelas seorang pakar keamanan dari Universitas Indonesia.

Dengan adanya perhatian khusus dari Presiden, Kapolri optimistis bahwa motivasi anggota kepolisian akan semakin tinggi. “Kami berkomitmen terus bekerja keras demi keamanan masyarakat Indonesia,” pungkas Kapolri.

Untuk berita lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.