Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melakukan perombakan pertama dalam jajaran Kabinet Merah Putih sejak dilantik pada Oktober 2024. Salah satu perubahan signifikan adalah pergantian posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Jabatan tersebut kini diemban oleh Prof. Brian Yuliarto, menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dicopot dari kursinya. Pengangkatan Brian tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26B Tahun 2025 dan diumumkan langsung dalam upacara pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2).
Dalam kesempatan tersebut, Brian bersama sejumlah pejabat lainnya diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo. Para pejabat yang dilantik berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan konstitusi dan peraturan yang berlaku.
Satryo Terseret Kontroversi, Brian Diandalkan untuk Reformasi
Pergantian ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap Satryo Soemantri yang sempat diterpa sejumlah kontroversi. Ia dituduh memiliki sikap arogan terhadap pegawai kementerian dan dikabarkan pernah melakukan pemecatan sepihak tanpa pemberitahuan.
Salah satu insiden yang ramai diperbincangkan adalah surat terbuka dari seorang pegawai berinisial NH, yang mengaku tiba-tiba diberhentikan pada Januari 2025 setelah lebih dari dua dekade mengabdi di kementerian.
Di sisi lain, pengangkatan Brian Yuliarto diyakini membawa harapan baru bagi dunia pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. Sebagai akademisi dan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), ia dikenal memiliki keahlian dalam bidang teknologi nano dan kuantum. Latar belakang akademiknya yang kuat diharapkan mampu membawa inovasi dan reformasi di kementerian yang kini dipimpinnya.

Reshuffle Perdana, Sejumlah Pejabat Baru Dilantik
Selain Brian, beberapa pejabat lain juga turut dilantik dalam reshuffle ini. Mereka adalah Amalia Adininggar Widyasanti sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry B sebagai Wakil Kepala BPS, Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
Langkah Prabowo ini menandakan adanya upaya perbaikan di dalam pemerintahan. Kini, publik menanti bagaimana para pejabat baru ini menjalankan tugas mereka dalam membawa perubahan yang diharapkan.
Sumber: www.gelanggangnews.com
