Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Potensi Kerugian Ekonomi: 10 Juta Orang Kaya Indonesia Lebih Memilih Belanja di Luar Negeri

ByAdmin Gelanggang

Jan 18, 2025
Potensi Kerugian Ekonomi: 10 Juta Orang Kaya Indonesia Lebih Memilih Belanja di Luar Negeri

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki sekitar 10 juta orang yang termasuk dalam kelas atas atau tier 1. Namun, meskipun jumlahnya cukup besar, banyak di antara mereka yang memilih untuk berbelanja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Fenomena ini ternyata berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa kebiasaan berbelanja ke luar negeri ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar, yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 324 triliun. Hal ini dikarenakan rata-rata orang kaya Indonesia menghabiskan sekitar USD 2.000 atau sekitar Rp 32 juta setiap kali berbelanja di luar negeri.

Salah satu alasan mengapa mereka lebih suka berbelanja di luar negeri adalah harga barang yang lebih bersaing. Airlangga menjelaskan bahwa barang yang dijual di luar negeri, terutama di negara seperti Singapura, cenderung lebih murah dibandingkan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh berbagai biaya tambahan yang dikenakan di dalam negeri, seperti bea masuk barang yang mencapai 25%, serta pajak PPh dan PPN yang diterapkan pada barang-barang impor.

Potensi Kerugian Ekonomi: 10 Juta Orang Kaya Indonesia Lebih Memilih Belanja di Luar Negeri

“Di Indonesia, setiap barang yang masuk ke mal sudah dikenakan biaya-biaya seperti itu, jadi harga barang jadi lebih mahal,” kata Airlangga dalam pernyataannya pada Jumat (17/1/2025). Sementara itu, di negara seperti Singapura, biaya-biaya tambahan tersebut tidak ada, sehingga barang-barang di sana bisa dijual dengan harga yang lebih terjangkau.

Walaupun faktor harga menjadi alasan utama, Airlangga juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa langkah untuk mempermudah proses impor barang mewah. Saat ini, para pelaku usaha ritel hanya perlu membayar bea masuk serta pajak-pajak yang berlaku, tanpa melalui proses yang rumit.

Namun, meskipun ada upaya untuk memperbaiki situasi ini, kenyataannya harga barang di Indonesia tetap lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Akibatnya, potensi ekonomi yang bisa diperoleh dari belanja kelas atas di dalam negeri menjadi hilang, dan uang tersebut lebih banyak beredar di luar negeri.