Jakarta, GELANGGANGNEWS.COM – Tingkat polusi udara di Jakarta dan sejumlah kota besar di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan bahwa paparan udara tercemar dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ISPA, asma, hingga masalah kehamilan dan pertumbuhan janin.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa kualitas udara yang buruk, baik di dalam maupun luar ruangan, berbahaya bagi semua kelompok usia — dari bayi hingga lanjut usia.
“Ibu hamil yang terus terpapar polusi berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur, gangguan tumbuh kembang janin, hingga kematian janin,” ujarnya, Rabu (30/7/2025), seperti dikutip dari Antara.
Anak-anak dan Lansia, Kelompok Rentan yang Paling Terdampak
Menurut Aji, anak-anak serta remaja yang terpapar udara kotor berisiko tinggi mengalami asma, ISPA berulang, hingga penurunan imunitas. Sedangkan pada lansia, efeknya bisa lebih serius seperti stroke, penyakit jantung, dan bronkitis kronis.
Baca berita lingkungan dan kesehatan terkini lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.
Data Kualitas Udara Buruk dan Tren Kasus ISPA
Kemenkes mencatat bahwa konsentrasi PM2.5 di DKI Jakarta terus melampaui ambang aman WHO (25 µg/m³). Tercatat, level tertinggi terjadi pada Juni 2025 sebesar 46,6 µg/m³, sedangkan yang terendah pada Maret 2025 yaitu 22,6 µg/m³.
Ironisnya, jumlah kasus ISPA justru paling tinggi terjadi pada Maret 2025 dengan 293.852 kasus, dan paling rendah di Juni 2025 sebanyak 172.206 kasus. Perbedaan ini menunjukkan betapa kompleksnya pengaruh polusi terhadap kesehatan masyarakat.
Bahaya Partikel dan Gas Tersembunyi
Partikel halus PM2.5, PM10, serta gas beracun seperti ozon, NO₂, SO₂, dan karbon monoksida (CO) menjadi penyumbang utama pencemaran udara. CO, misalnya, bisa menghambat penyaluran oksigen dalam darah, yang sangat berbahaya bagi ibu hamil dan bayi.
Langkah Proteksi: Cuci Hidung dan Cek Kualitas Udara
Dokter Spesialis Anak dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A merekomendasikan cuci hidung rutin menggunakan larutan NaCl sebagai cara efektif membersihkan saluran pernapasan anak dari polusi, bakteri, dan kuman.
“Sudah ada penelitian yang membuktikan efektivitasnya, tapi penggunaannya harus sesuai prosedur dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter,” jelas Kanya dalam acara temu media di Jakarta.
Imbauan Pemerintah untuk Hidup Lebih Sehat
Kemenkes mengimbau masyarakat agar:
Rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi resmi,
Menggunakan masker saat polusi meningkat,
Menanam tanaman penyerap polutan seperti lidah mertua dan sirih gading,
Tidak membakar sampah dan menghindari rokok di dalam rumah.
Data dari IQAir menunjukkan bahwa pada Rabu pukul 12.15 WIB, kualitas udara Jakarta berada di level 63 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 15,9 µg/m³, atau 3 kali lebih tinggi dari ambang tahunan WHO.
Dengan meningkatnya angka pencemaran, pencegahan harus dilakukan sejak dini demi melindungi generasi masa depan dari dampak serius polusi. Simak terus berita lingkungan dan gaya hidup sehat lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.

