Lucio Cecchinello, manajer tim LCR Honda, mengungkapkan bahwa Honda sempat menghadapi masa stagnasi dalam pengembangan motor RC213V pada musim 2020 setelah Marc Marquez absen akibat cedera panjang. Sebelumnya, Marquez menjadi sosok penting yang sangat memengaruhi pengembangan motor Honda. Selama bertahun-tahun, Honda sangat bergantung pada kemampuan luar biasa Marquez, terutama dalam mengendalikan bagian depan motor dan memaksimalkan penggunaan ban yang lebih keras dibanding pembalap lainnya.
Pada 2019, Honda berada di puncak kejayaannya, dengan Marquez meraih 12 kemenangan dan finis di posisi kedua di semua balapan lainnya. Ia juga berhasil merebut gelar juara dunia dengan selisih poin yang sangat besar. Namun, ketergantungan Honda pada Marquez akhirnya menjadi masalah besar, terutama ketika ia tidak bisa berlomba pada musim 2020. Di masa absennya, Honda merasa kesulitan untuk melanjutkan pengembangan motor mereka, sementara pesaing-pesaing mereka terus berinovasi.

Marquez sempat menunjukkan kemampuan luar biasa saat kembali ke lintasan di awal musim 2020, meskipun mengalami kesulitan akibat cedera. Namun, setelah periode tersebut, komplikasi dari cedera yang dialami Marquez menghalangi dirinya untuk kembali ke performa terbaik. Selama masa ini, Honda hampir tidak melakukan pengembangan signifikan pada motornya, sementara tim-tim lain semakin maju dengan proyek mereka.
Honda hanya mulai melakukan pembaruan penting pada motor mereka pada 2021, namun itu pun hanya terbatas pada pengembangan aspek aerodinamika. Pada akhirnya, setelah berjuang untuk menemukan solusi yang efektif, Marquez memutuskan untuk meninggalkan Honda di akhir 2023, setelah gagal melihat peningkatan signifikan pada performa motornya. Ia bergabung dengan tim Gresini Ducati, dan pada 2025, ia resmi beralih ke tim pabrikan Ducati.
Sumber: www.gelanggangnews.com

