Pati, Jawa Tengah – Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai di depan Kantor Bupati Pati berujung ricuh pada Selasa (12/8/2025). Massa yang didominasi oleh kelompok petani dan aktivis lingkungan membakar satu unit mobil provos Polri karena emosi Bupati Pati Sudewo tak mau temui massa. Kejadian ini memicu kekhawatiran soal eskalasi protes sosial di wilayah tersebut.
Menurut pantauan di lapangan, unjuk rasa tersebut digelar untuk menuntut kejelasan atas kebijakan pemerintah daerah terkait alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri. Ribuan massa memadati kawasan Alun-Alun Pati sejak pagi hari, sambil membawa spanduk dan berorasi dengan pengeras suara.
Namun situasi mulai memanas saat informasi beredar bahwa Bupati Pati Sudewo tak mau temui massa meskipun telah diminta oleh perwakilan pengunjuk rasa. Penolakan tersebut memicu kemarahan sebagian demonstran yang merasa aspirasi mereka diabaikan. Dalam kondisi yang tak terkendali, sekelompok massa kemudian menyerang kendaraan dinas yang terparkir di dekat lokasi, termasuk mobil provos Polri yang dibakar karena emosi Bupati Pati Sudewo tak mau temui massa.
Kapolres Pati, AKBP Dwi Haryanto, membenarkan peristiwa pembakaran tersebut. “Ya, benar. Satu unit mobil milik provos kami dibakar. Tim gabungan sudah mengamankan lokasi dan mengidentifikasi pelaku. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.
Aksi pembakaran tersebut menimbulkan kerusakan parah pada kendaraan, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan berhasil memadamkan api sebelum menyebar ke kendaraan lainnya.
Sementara itu, pihak Pemkab Pati belum memberikan keterangan resmi terkait alasan Bupati Pati Sudewo tak mau temui massa. Namun, sumber internal menyebut bahwa bupati sedang mengikuti rapat koordinasi dengan kementerian, sehingga tidak bisa hadir secara langsung di lokasi unjuk rasa.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Retno Wulandari, menyayangkan eskalasi aksi yang berujung anarkis. Ia menilai bahwa tindakan membakar mobil dinas, apalagi milik aparat penegak hukum, bisa memperkeruh situasi. “Kemarahan massa yang merasa diabaikan memang wajar, tapi merusak fasilitas umum atau milik negara bukan solusi,” ujarnya.
Pendemo bakar mobil provos Polri karena emosi Bupati Pati Sudewo tak mau temui massa menjadi sorotan nasional dan viral di media sosial. Banyak pihak mendesak agar ada mediasi terbuka antara pemerintah daerah dan perwakilan demonstran untuk mencegah konflik berulang.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berjaga ketat di sekitar kantor bupati dan terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran. Warga Pati diimbau untuk menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum diverifikasi.
Untuk perkembangan berita terbaru dari wilayah Pati dan isu-isu nasional lainnya, kunjungi: www.gelanggangnews.com

