Setelah ditutup selama beberapa bulan akibat cuaca ekstrem dan kegiatan pemulihan ekosistem, pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi hari ini, kini terapkan SOP baru yang lebih ketat demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengumumkan bahwa seluruh jalur pendakian resmi telah dibuka kembali per 11 Agustus 2025, termasuk jalur Senaru, Sembalun, Timbanuh, dan Aik Berik. Namun, pembukaan ini disertai dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) terbaru yang wajib dipatuhi oleh seluruh pendaki dan operator wisata.
“Pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi hari ini, kini terapkan SOP baru yang menyesuaikan dengan kondisi terkini, baik dari segi keamanan, keselamatan, maupun konservasi,” kata Kepala BTNGR, Lalu Muhammad Fadli, dalam konferensi pers di Mataram, Senin pagi.
SOP baru yang diterapkan mencakup sejumlah ketentuan, di antaranya kewajiban booking online melalui sistem resmi e-Rinjani, pembatasan kuota harian pendaki, pengecekan kesehatan sebelum pendakian, dan larangan membawa barang yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, pendaki diwajibkan membawa kembali sampah masing-masing dan menggunakan jasa pemandu lokal bersertifikat.
Menurut Lalu Fadli, kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian taman nasional. “Kami tidak ingin kejadian seperti overkapasitas dan pencemaran lingkungan terulang kembali. Itulah mengapa pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi hari ini, kini terapkan SOP baru sebagai langkah preventif,” ujarnya.
Pelaku usaha wisata lokal menyambut baik kebijakan pembukaan ini. Mereka menilai SOP baru justru memberi kepastian dan jaminan keselamatan, baik bagi pendaki maupun penyedia jasa. “Kami siap mendukung sepenuhnya aturan baru. Yang penting pendakian dibuka dan ekonomi lokal bisa bergerak kembali,” kata Ahmad Subhan, operator tur di Sembalun.

Para pendaki juga diminta untuk mempersiapkan fisik dan logistik dengan baik sebelum melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani. BTNGR akan melakukan pengawasan ketat di setiap pos masuk dan mendirikan pos evakuasi darurat di titik-titik rawan.
Pengamat pariwisata alam, Widia Astuti, menyatakan bahwa penerapan SOP baru adalah langkah bijak. “Dengan pendakian Gunung Rinjani dibuka lagi hari ini, kini terapkan SOP baru, Indonesia menunjukkan bahwa pariwisata alam dapat berjalan selaras dengan prinsip konservasi,” ujarnya.
Gunung Rinjani, yang memiliki ketinggian 3.726 mdpl, merupakan salah satu destinasi favorit pendaki dari dalam dan luar negeri. Setiap tahunnya, ribuan wisatawan datang untuk menaklukkan puncaknya dan menikmati panorama Danau Segara Anak.
Dengan kembali dibukanya jalur pendakian ini, harapannya adalah wisata alam di Lombok dapat kembali pulih dan berkembang secara berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai pariwisata dan kebijakan lingkungan terbaru, kunjungi www.gelanggangnews.com.
