Kasus dugaan penipuan jasa wedding organizer (WO) kembali mencuat setelah pemilik WO Ayu Puspita resmi ditangkap aparat kepolisian. Berdasarkan penelusuran Gelanggang News, penangkapan dilakukan setelah sejumlah korban melaporkan kerugian besar akibat layanan pernikahan yang tidak sesuai janji. Para korban mengaku telah membayar penuh paket pernikahan, namun layanan yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan atau hanya diberikan sebagian.
Dalam laporan yang dihimpun, modus pelaku diduga bermula dari promosi paket pernikahan dengan harga miring dan fasilitas lengkap. Tawaran itu menarik perhatian banyak pasangan calon pengantin yang tengah mempersiapkan hari bahagia mereka. Namun ketika sudah mendekati hari pernikahan, layanan yang dijanjikan mulai tidak sesuai, beberapa vendor tidak hadir, hingga dekorasi maupun katering tidak tersedia sesuai kontrak.
Korban juga mengaku sulit menghubungi pihak WO setelah pembayaran dilakukan. Sebagian pasangan justru harus menutupi kekurangan pada hari-H dengan biaya tambahan yang sangat besar, sementara sebagian lainnya terpaksa membatalkan acara pernikahan karena tidak mendapatkan layanan sama sekali. Kondisi inilah yang akhirnya membuat para korban sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum.
Polisi menyebut bahwa penyidikan terus diperluas untuk memastikan apakah terdapat pelaku lain yang ikut terlibat dalam operasional WO tersebut. Selain itu, aparat tengah mendalami kemungkinan adanya penipuan berulang yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Bukti transaksi, dokumen kontrak, percakapan digital, hingga laporan vendor kini tengah disita sebagai bagian dari alat bukti.
Penangkapan pemilik WO Ayu Puspita menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jasa penyelenggara pernikahan. Pakar hukum mengingatkan bahwa kontrak kerja sama harus diperiksa secara rinci, termasuk legalitas perusahaan, kantor operasional, portofolio nyata, serta kejelasan vendor yang bekerja sama. Penawaran harga yang terlalu murah sering kali menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian layanan dengan standar yang dijanjikan.
Gelanggang News mengimbau para calon pengantin untuk memastikan track record penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran penuh. Kasus ini menunjukkan bahwa bisnis WO yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan kerugian besar, baik secara materi maupun psikologis, terutama bagi pasangan yang sedang menunggu momen terpenting dalam hidup mereka.
Selengkapnya kunjungi www.gelanggangnews.com









