Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Pembentukan Lembaga Industri Mineral Strategis

ByAdmin Gelanggang

Aug 26, 2025

Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan pembentukan Lembaga Industri Mineral Strategis, sebuah badan baru yang akan berfokus pada pengelolaan dan pengembangan sumber daya mineral bernilai tinggi seperti logam tanah jarang, bahan radioaktif, serta turunan nikel dan timah. Keputusan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.

Pembentukan Lembaga Industri Mineral Strategis diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Negara pada Senin (25/8/2025). Presiden menekankan pentingnya kelembagaan yang terpusat untuk mengelola kekayaan mineral strategis Indonesia secara berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

“Lembaga ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas kementerian dalam memastikan kebijakan industri mineral strategis berjalan optimal. Ini menyangkut bukan hanya aspek ekonomi, tapi juga pertahanan dan teknologi nasional,” ujar Presiden Prabowo.

Lembaga baru ini akan berada di bawah koordinasi langsung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dengan pelaksana teknis dipimpin oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi, Brian Yuliarto. Penunjukan ini dimaksudkan agar sinergi antara riset, teknologi, dan industri dapat berlangsung dengan kuat dan terarah.

Langkah pembentukan Lembaga Industri Mineral Strategis juga merespons kebutuhan global akan bahan baku energi bersih dan teknologi tinggi. Dengan permintaan internasional terhadap logam tanah jarang dan nikel yang terus meningkat, Indonesia melihat peluang besar untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global—bukan hanya sebagai eksportir bahan mentah, tetapi sebagai produsen komponen bernilai tambah.

“Tanpa pengelolaan terpusat dan visi jangka panjang, kita akan terus tertinggal dalam penguasaan teknologi. Oleh karena itu, lembaga ini menjadi sangat penting untuk masa depan energi dan industri kita,” kata Brian Yuliarto.

Beberapa tugas utama lembaga ini antara lain adalah menetapkan peta jalan hilirisasi mineral strategis, memfasilitasi kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, serta mengoordinasikan riset dan pengembangan produk turunan. Selain itu, lembaga ini juga akan bertanggung jawab terhadap penerapan prinsip keberlanjutan dan pengawasan lingkungan dalam eksploitasi sumber daya mineral.

Para pengamat industri menyambut baik pembentukan Lembaga Industri Mineral Strategis. Mereka menilai langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi yang berbasis inovasi dan penguasaan teknologi. Dengan sistem kelembagaan yang kuat, potensi mineral strategis Indonesia tidak hanya bisa dimanfaatkan lebih maksimal, tetapi juga dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di panggung global.

Ke depan, lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya alam—yakni bagaimana menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Untuk informasi dan perkembangan kebijakan ekonomi nasional lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com