GELANGGANG NEWS – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sepasang suami istri terlibat pertengkaran hebat yang berakhir tragis ketika sang istri nekat menusuk suaminya menggunakan gunting. Aksi tersebut sontak menggemparkan warga sekitar dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Cekcok Hebat Berujung Petaka
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (12/10/2025) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Nanggewer Mekar, Kecamatan Cibinong. Berdasarkan keterangan saksi, pertengkaran bermula dari masalah sepele yang kemudian memanas hingga memicu tindakan kekerasan.
Menurut informasi yang dihimpun, pasangan berinisial R (35) dan S (33) telah beberapa kali terlibat adu mulut akibat persoalan rumah tangga dan keuangan. Namun malam itu, emosi S memuncak. Dalam kondisi marah dan tak bisa mengendalikan diri, ia mengambil gunting dari meja rias dan menusuk suaminya di bagian dada kiri.
Korban R sempat berteriak kesakitan dan meminta tolong kepada warga sekitar. Mendengar keributan tersebut, tetangga langsung mendatangi rumah dan mendapati korban dalam kondisi bersimbah darah. Ia segera dilarikan ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan pertolongan medis.
Keterangan Polisi: Motif Karena Emosi dan Tekanan Rumah Tangga
Kapolsek Cibinong, Kompol Dedi Wirawan, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan kasus penusukan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya. Pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya kepada wartawan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku diduga karena tekanan psikologis dan emosi sesaat akibat masalah ekonomi rumah tangga. “Pelaku mengaku menyesal dan tidak berniat membunuh. Ia mengatakan hanya ingin menakut-nakuti suaminya, namun tindakan itu berujung fatal,” tambah Kompol Dedi.
Pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa gunting berdarah, pakaian korban, serta hasil visum dari rumah sakit. Sementara itu, kondisi korban R dikabarkan mulai stabil setelah menjalani operasi ringan.
Pengakuan Warga: Sering Bertengkar
Warga sekitar mengaku tidak terlalu kaget dengan kejadian ini karena pasangan tersebut memang sering terdengar bertengkar. “Sudah beberapa kali kami dengar mereka ribut, terutama karena masalah uang dan pekerjaan. Tapi tidak menyangka akan sampai sejauh ini,” ujar Rini (40), salah satu tetangga korban.
Beberapa warga juga menuturkan bahwa hubungan keduanya sempat membaik beberapa waktu lalu, namun kembali renggang akibat tekanan ekonomi pasca kehilangan pekerjaan. “Suaminya sempat menganggur, sementara istrinya bekerja di rumah sebagai penjahit. Mungkin stres dan lelah membuat emosinya meledak,” tambahnya.
Pelaku Terancam Hukuman Berat
Kini, pelaku S telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Luka Berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Namun polisi masih membuka kemungkinan adanya mediasi apabila korban memaafkan pelaku dan memilih jalur damai.
“Kami tetap mengedepankan proses hukum, tapi jika pihak korban mengajukan perdamaian, hal itu akan kami pertimbangkan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” jelas Kompol Dedi.
Refleksi atas Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Indonesia. Para ahli sosial mengingatkan pentingnya komunikasi dan pengendalian emosi dalam menyelesaikan masalah rumah tangga. Banyak kasus serupa terjadi karena tidak adanya ruang dialog dan tekanan ekonomi yang menumpuk.
Psikolog keluarga Dr. Andini Kartika menilai bahwa tindakan kekerasan bukanlah solusi. “KDRT, baik verbal maupun fisik, adalah bentuk pelampiasan dari masalah yang tidak terselesaikan. Penting bagi pasangan untuk mencari bantuan konseling sebelum emosi berujung pada kekerasan,” katanya.
Penutup
Kejadian tragis di Bogor ini menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa konflik rumah tangga harus diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan. Hanya melalui komunikasi dan empati, keharmonisan keluarga dapat dipertahankan tanpa harus ada korban.
Selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com













