Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

MTsN 7 Muaro Jambi diundang kecamatan, tapi kami tidak dihargai oleh kecamatan Sungai Bahar

ByAdmin Gelanggang

Aug 19, 2025
Screenshot

GELANGGANG NEWS — Sebuah pernyataan dari pihak Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Muaro Jambi memicu perhatian publik, setelah mereka mengungkapkan kekecewaan atas perlakuan yang mereka terima dalam sebuah kegiatan resmi tingkat kecamatan. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, pihak madrasah mengungkapkan bahwa MTsN 7 Muaro Jambi diundang kecamatan, tapi kami tidak dihargai oleh Kecamatan Sungai Bahar.

Kekecewaan ini bermula saat MTsN 7 Muaro Jambi menerima undangan resmi untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar oleh Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Pihak sekolah menyatakan telah mempersiapkan diri dengan maksimal, baik dari sisi peserta, penampilan, hingga protokol kehadiran.

Namun, pada hari pelaksanaan kegiatan, perwakilan MTsN 7 Muaro Jambi mengaku tidak mendapatkan sambutan yang layak. Mereka menyebut bahwa tidak ada pihak panitia kecamatan yang menyambut atau mengarahkan kedatangan mereka, bahkan tempat yang seharusnya disediakan untuk sekolah-sekolah peserta tidak disiapkan secara merata.

MTsN 7 Muaro Jambi diundang kecamatan, tapi kami tidak dihargai oleh Kecamatan Sungai Bahar. Kami datang sesuai undangan, membawa siswa, dan berniat berpartisipasi secara positif. Tapi kenyataannya, tidak ada bentuk apresiasi atau penghargaan sedikit pun,” ungkap salah satu guru pendamping yang enggan disebut namanya.

Pernyataan tersebut sontak menyita perhatian warganet setelah dibagikan di media sosial. Banyak pihak menyayangkan kejadian ini, mengingat MTsN 7 Muaro Jambi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang cukup aktif dalam kegiatan masyarakat, khususnya di wilayah Sungai Bahar.

Menanggapi hal ini, pihak Kecamatan Sungai Bahar belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, sejumlah sumber internal menyebut bahwa persoalan teknis lapangan dan komunikasi menjadi penyebab utama terjadinya ketidaksinkronan saat pelaksanaan acara.

Meski demikian, pihak madrasah berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Kami tidak mencari perlakuan istimewa, tapi ketika MTsN 7 Muaro Jambi diundang kecamatan, tapi kami tidak dihargai oleh Kecamatan Sungai Bahar, tentu ini menyisakan luka. Kami hanya ingin dihargai sebagaimana sekolah lain yang turut hadir,” ujar perwakilan MTsN 7.

Kejadian ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai pentingnya komunikasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam setiap kegiatan publik. Sinergi yang baik diperlukan agar tidak terjadi kesan diskriminatif atau pengabaian terhadap pihak-pihak yang berniat berkontribusi.

Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan selanjutnya terkait kasus ini, kunjungi GELANGGANG NEWS.