www.gelanggangnews.com — Raksasa teknologi Meta kembali meluncurkan sejumlah pembaruan fitur keamanan di platformnya seperti Instagram dan Facebook, khusus untuk melindungi pengguna remaja dari konten dan interaksi yang berpotensi berbahaya.
“Meta berkomitmen menjaga remaja tetap aman di dunia digital, baik melalui fitur seperti Akun Remaja maupun teknologi canggih untuk mendeteksi serta menghapus konten berbahaya,” kata Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, dalam pernyataan resminya, Kamis (24/7).
Meta kini menambahkan pengendalian pesan pribadi (Direct Message), peringatan keamanan, dan deteksi penipuan, yang bertujuan mengedukasi dan memperkuat kesadaran pengguna remaja saat berinteraksi di platform.
DM Lebih Aman: Bisa Blokir dan Laporkan Sekaligus
Salah satu inovasi yang disoroti adalah fitur pemblokiran dan pelaporan akun dalam satu klik. Kini, pengguna remaja bisa lebih cepat dan mudah menghindari akun mencurigakan sekaligus melaporkannya ke pihak Meta.
Meta juga menampilkan informasi akun lawan bicara, seperti tanggal pembuatan akun dan lokasi saat ini. Tujuannya agar remaja lebih waspada terhadap potensi penipuan atau pemalsuan identitas.
Tak hanya itu, peringatan keamanan langsung ditampilkan di DM agar remaja segera memblokir atau melaporkan jika mereka merasa tidak nyaman. Fitur ini tercatat berhasil mendorong lebih dari 1 juta pemblokiran dan laporan akun hanya dalam sebulan terakhir.
Proteksi Lokasi & Konten Eksplisit Makin Ketat
Fitur lainnya adalah Peringatan Lokasi, yang muncul saat pengguna remaja menerima pesan dari akun yang berada di negara berbeda—upaya untuk melindungi mereka dari pelaku sextortion atau penipuan daring lintas negara.
Sementara itu, fitur perlindungan terhadap gambar ketelanjangan kini aktif secara otomatis di akun remaja. Gambar-gambar eksplisit yang dikaburkan tetap buram bagi 99% pengguna, dan mendorong pengguna untuk berpikir ulang sebelum mengirim konten serupa.
Akun Anak di Bawah 13 Tahun Diatur Lebih Ketat
Meta juga memperketat pengawasan pada akun anak-anak yang dikelola orang dewasa. Meski anak di bawah 13 tahun tak diperkenankan membuat akun, orang tua diperbolehkan mengelola akun atas nama anak, selama keterangannya jelas.
Namun, jika akun ternyata dioperasikan langsung oleh anak, Meta akan menghapusnya.
Meta bahkan memperluas fitur keamanan Akun Remaja ke akun yang menampilkan konten anak-anak, seperti:
Mengaktifkan pengaturan pesan paling ketat,
Menyaring komentar lewat fitur Hidden Words, dan
Menampilkan notifikasi keamanan di bagian atas feed.
Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah pelecehan dan eksploitasi, seperti komentar bermuatan seksual atau permintaan gambar tidak pantas melalui DM.
Meta Tak Rekomendasikan Akun Anak ke Orang Dewasa Mencurigakan
Meta kini juga mengurangi rekomendasi akun anak kepada pengguna dewasa mencurigakan. Akun-akun ini juga disembunyikan dari hasil pencarian, dan komentar dari pengguna mencurigakan akan difilter secara otomatis.
Langkah-langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan tahun lalu yang melarang monetisasi atau pemberian hadiah untuk akun yang mayoritas menampilkan anak-anak.
📌 Ingin tahu lebih banyak tentang fitur keamanan digital dan perlindungan pengguna remaja? Simak terus informasi terkini hanya di www.gelanggangnews.com.













