Setiap individu pasti mengalami fase pasang surut dalam hal rezeki. Ada kalanya kehidupan terasa begitu mudah dan lancar, namun ada juga saat-saat di mana mencari nafkah terasa penuh tantangan.
Ustadz Hanan Attaki, seorang pendakwah yang dikenal dengan ceramahnya yang inspiratif dan menyentuh hati, juga pernah menghadapi kondisi sulit dalam hal ekonomi. Namun, alih-alih panik atau langsung mencari bantuan eksternal, beliau memiliki cara tersendiri dalam menghadapinya.
Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Hanan membagikan langkah yang bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang saat menghadapi kesulitan rezeki. Ia mengutamakan introspeksi dalam lingkup keluarganya sebelum melakukan tindakan lain.
Menurutnya, sebelum bersedekah kepada orang lain, penting untuk memastikan bahwa kebutuhan keluarga sudah terpenuhi. Dalam ajaran Islam, keluarga adalah amanah utama yang harus dijaga oleh kepala rumah tangga.
“Jika rezeki saya terasa seret, saya tidak langsung bersedekah keluar, tetapi pertama-tama saya akan introspeksi. Saya bertanya kepada istri dan anak-anak saya, ‘Apa yang kalian butuhkan?’ Sampai mereka merasa tidak enak hati karena saya terus memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” ujar Ustadz Hanan dalam sebuah unggahan di akun Instagram @ayah_amanah.
Pendekatan ini menggambarkan betapa pentingnya memprioritaskan keluarga sebelum berbagi dengan orang lain. Prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan bahwa seorang kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab utama terhadap kesejahteraan keluarganya sebelum memperluas kebaikan kepada orang lain.
Dengan prinsip ini, Ustadz Hanan memberikan pelajaran berharga bahwa rezeki tidak hanya diukur dari jumlah materi yang dimiliki, tetapi juga dari keberkahan yang dirasakan dalam keluarga.
sumber: https://gelanggangnews.com/
