Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Makin Tegang! China Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan

ByAdmin Gelanggang

Aug 15, 2025

Laut China Selatan – Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah China usir kapal perang AS di Laut China Selatan pada Kamis (14/8) pagi waktu setempat. Insiden tersebut terjadi di dekat Kepulauan Paracel, wilayah yang selama ini menjadi sengketa antara sejumlah negara Asia Tenggara dan Tiongkok.

Menurut pernyataan resmi dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS, USS Dewey (DDG-105), memasuki wilayah yang diklaim China tanpa izin. Sebagai respons, unit laut dan udara China segera melakukan tindakan pengusiran melalui “peringatan keras” dan manuver penghadangan.

“Pasukan kami telah mengidentifikasi dan memperingatkan kapal perang AS untuk segera keluar dari wilayah perairan kami. China menentang keras setiap bentuk provokasi militer asing,” ujar juru bicara PLA, Kolonel Tian Junli.

Insiden ini menambah panjang daftar konfrontasi militer di kawasan tersebut. Beberapa pengamat menyebut bahwa langkah China usir kapal perang AS di Laut China Selatan menandai eskalasi baru dalam konflik regional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat membantah bahwa kapal mereka melanggar hukum internasional. Dalam pernyataan resminya, Pentagon menyebut bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari misi “kebebasan navigasi” (freedom of navigation) dan telah dilakukan secara rutin.

“USS Dewey beroperasi di wilayah laut internasional sesuai dengan hukum internasional. Kami akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” tulis pernyataan itu.

Kejadian ini menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan besar dunia. Saat China usir kapal perang AS di Laut China Selatan, negara-negara di kawasan seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia juga sedang meningkatkan patroli militernya untuk menjaga kedaulatan di wilayah masing-masing.

Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Dimas Arief, menyebut insiden ini sebagai sinyal bahwa konflik di Laut China Selatan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. “Ketika China usir kapal perang AS di Laut China Selatan, ini bukan hanya soal sengketa wilayah, tetapi juga unjuk kekuatan. Masing-masing pihak berusaha mengklaim pengaruh atas jalur pelayaran tersibuk di dunia,” jelasnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ASEAN hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun sejumlah negara di kawasan mendesak agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomatik.

Dengan kejadian ini, para analis memperkirakan ketegangan di Laut China Selatan akan terus meningkat dalam waktu dekat, kecuali ada langkah konkret untuk meredakan konflik.

Untuk pembaruan seputar perkembangan konflik militer dan diplomasi kawasan, kunjungi www.gelanggangnews.com.