MEDAN – Dua insiden mendarat darurat pesawat yang membawa jemaah haji terjadi dalam sepekan terakhir di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Kedua kejadian tersebut dipicu oleh ancaman bom yang diterima oleh otoritas penerbangan.
Insiden pertama terjadi pada Selasa, 17 Juni 2025. Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji dari Jeddah menuju Jakarta menerima ancaman bom yang dikirim melalui surat elektronik. PT Angkasa Pura I langsung mengaktifkan sistem darurat dan berkoordinasi dengan Komite Keamanan Bandar Udara.
Sekitar pukul 10.17 WIB, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Kualanamu, karena dinilai lebih aman. Pada pukul 10.55 WIB, pesawat berhasil mendarat dan diarahkan ke lokasi parkir terisolasi. Seluruh penumpang yang berjumlah lebih dari 440 orang, bersama 13 kru, langsung dievakuasi ke terminal untuk diperiksa kesehatannya dan diberikan pendampingan.
Tim Jihandak dari TNI dan Polri kemudian melakukan penyisiran dan sterilisasi terhadap pesawat. Hasilnya, tidak ditemukan adanya bahan peledak. Para jemaah kemudian dipindahkan ke hotel di sekitar bandara sambil menunggu proses pemulangan ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya, 18 Juni 2025.
Empat hari berselang, pada Sabtu, 21 Juni 2025, insiden serupa kembali terjadi. Kali ini pesawat Saudia SV 5688 rute Muscat–Surabaya yang mengangkut 376 jemaah haji menerima peringatan dini ancaman bom dari AirNav Indonesia pukul 08.55 WIB. Pihak pilot segera mengalihkan pendaratan ke Kualanamu dan berhasil mendarat dengan aman pukul 09.27 WIB.
Seluruh penumpang dievakuasi dengan cepat, dan tim gabungan Jihandak serta Brimob kembali diterjunkan untuk menyisir pesawat. Pemeriksaan berlangsung selama beberapa jam dan hasilnya kembali nihil. Tidak ditemukan adanya benda mencurigakan ataupun bahan peledak.
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah II Medan menyatakan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan dengan cepat dan sesuai standar internasional. Meskipun dua ancaman bom tersebut ternyata palsu, otoritas bandara dan maskapai tetap melakukan penanganan secara maksimal untuk menjamin keselamatan jemaah haji.
Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki sumber pengirim ancaman untuk mengungkap motif dan pelaku di balik gangguan penerbangan ini. Ancaman bom terhadap penerbangan haji menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan ribuan jemaah serta reputasi penerbangan nasional.
Info lengkap dan update lainnya tersedia di https://gelanggangnews.com.

