Krisis Baru Afghanistan Penerbangan Dibatalkan Internet Terhenti

Afghanistan kembali dilanda krisis besar setelah jaringan komunikasi dan transportasi di negara tersebut mengalami kelumpuhan mendadak. Sejumlah penerbangan internasional dan domestik dilaporkan dibatalkan, sementara akses internet di sebagian besar wilayah Afghanistan terhenti total sejak awal pekan ini. Kondisi tersebut menambah beban rakyat Afghanistan yang sudah lama menghadapi berbagai persoalan politik, keamanan, dan ekonomi.

Penerbangan Terhenti di Bandara Utama

Sumber dari otoritas penerbangan sipil Afghanistan menyebutkan bahwa gangguan sistem navigasi dan komunikasi menyebabkan banyak maskapai tidak berani melakukan penerbangan. Bandara internasional Hamid Karzai di Kabul menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan puluhan jadwal penerbangan harus dibatalkan.

Banyak penumpang terlantar di bandara tanpa kepastian. Beberapa maskapai asing bahkan langsung menghentikan operasional mereka di Afghanistan untuk sementara waktu, menunggu jaminan keamanan dan kelancaran sistem transportasi.

Internet Lumpuh, Aktivitas Terganggu

Selain transportasi udara, krisis ini juga menyasar sektor komunikasi. Akses internet dilaporkan terputus hampir di seluruh kota besar, termasuk Kabul, Kandahar, dan Herat. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama mereka yang bergantung pada jaringan online untuk bekerja maupun berkomunikasi dengan keluarga di luar negeri.

“Internet mati total, kami tidak bisa berhubungan dengan keluarga maupun rekan kerja. Semua transaksi digital berhenti,” kata salah seorang warga Kabul melalui saluran telepon darurat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti terhentinya jaringan internet. Namun, sejumlah pengamat menduga hal ini berkaitan dengan gangguan infrastruktur akibat konflik berkepanjangan serta keterbatasan pasokan listrik di beberapa wilayah.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Krisis terbaru ini dipandang sebagai pukulan telak bagi perekonomian Afghanistan. Banyak pelaku usaha yang selama ini bertahan melalui aktivitas digital kini tidak dapat menjalankan bisnis mereka. Selain itu, terhentinya penerbangan membuat distribusi logistik dan bantuan internasional menjadi terganggu.

Lembaga kemanusiaan internasional yang beroperasi di Afghanistan juga melaporkan kesulitan menyalurkan bantuan. Beberapa organisasi bahkan harus menunda pengiriman obat-obatan dan bahan pangan karena transportasi udara terhenti.

Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Kondisi yang memburuk ini memicu desakan dari masyarakat dan komunitas internasional agar pemerintah Afghanistan segera mencari solusi. Para analis menilai bahwa stabilitas infrastruktur komunikasi dan transportasi adalah kunci untuk menjaga agar negara tidak semakin terisolasi dari dunia luar.

“Jika internet dan penerbangan tidak segera dipulihkan, Afghanistan akan semakin terpuruk, baik secara ekonomi maupun diplomasi,” ungkap seorang pengamat kawasan Asia Selatan.

Krisis yang Kian Kompleks

Sejak pergantian rezim pada 2021, Afghanistan terus menghadapi krisis berlapis, mulai dari instabilitas politik, konflik keamanan, hingga kemerosotan ekonomi. Krisis terbaru berupa terhentinya penerbangan dan internet menambah panjang daftar persoalan yang harus segera diatasi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa rakyat Afghanistan akan semakin terisolasi dari dunia luar, di tengah kebutuhan akan dukungan internasional yang semakin mendesak.


Info terkini hanya di Gelanggang News.
Kunjungi www.gelanggangnews.com untuk informasi selengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *