Jakarta – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali mengungkap perkembangan mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Nilai kerugian negara akibat kasus ini kini melonjak drastis menjadi Rp1,08 triliun.
Peningkatan angka kerugian ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Menurut Kejagung, angka tersebut merupakan hasil dari pendalaman penyidikan dan audit terbaru yang dilakukan bersama pihak terkait, termasuk auditor keuangan negara.
Kasus ini berawal dari dugaan penyalahgunaan fasilitas kredit perbankan oleh manajemen Sritex. Fasilitas kredit yang seharusnya digunakan untuk pengembangan usaha dan operasional perusahaan, justru diduga dialihkan untuk kepentingan lain yang tidak sesuai dengan perjanjian kredit, serta tanpa persetujuan dari pihak pemberi pinjaman.
“Angka kerugian negara naik karena kami menemukan bukti tambahan terkait penggunaan dana pinjaman yang melibatkan banyak pihak dan tidak sesuai ketentuan,” ujar pejabat Kejagung dalam keterangan resminya.
Sejumlah tersangka telah ditetapkan dalam perkara ini, baik dari kalangan internal Sritex maupun dari pihak eksternal yang diduga terlibat dalam memuluskan praktik korupsi tersebut. Penyidik juga masih terus menelusuri aliran dana dan membuka peluang adanya penambahan tersangka baru seiring dengan proses penyidikan yang terus berjalan.
Skandal ini menjadi tamparan keras bagi sektor industri tekstil nasional, mengingat Sritex sebelumnya dikenal sebagai raksasa tekstil Asia Tenggara dengan rekam jejak panjang di pasar domestik maupun ekspor.
Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya, serta menyeret semua pihak yang terbukti terlibat ke meja hijau. Pemerintah pun mendukung penuh langkah Kejagung sebagai bagian dari upaya bersih-bersih BUMN dan korporasi strategis dari praktik korupsi dan kolusi.
Hingga saat ini, tim penyidik masih melakukan pendalaman atas dokumen transaksi keuangan dan komunikasi antara pelaku, serta memverifikasi dampak nyata terhadap keuangan negara dan sektor perbankan yang terdampak.
Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di: https://gelanggangnews.com

