GelanggangNews – BEKASI – Seorang pria berinisial TW (54) mengalami luka serius setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal saat hendak berangkat salat subuh di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Ketua RT 02, Yulia Afendi (54), mengatakan bahwa korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Hermina Bekasi dan masih dalam penanganan tim medis.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi yang memprihatinkan. “Kondisinya masih memprihatinkan. Berdasarkan informasi keluarga, hari ini korban dijadwalkan bertemu dengan dokter spesialis bedah kulit,” ujar Yulia saat ditemui media di lokasi, Selasa (31/3/2026).
Yulia mengungkapkan bahwa saat kejadian, pakaian korban telah rusak akibat cairan yang disiramkan pelaku. Korban sempat mendapatkan pertolongan awal sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
“Bajunya sudah robek, kondisinya sudah hancur. Sempat dibawa ke rumah Ketua RT terlebih dahulu, setelah itu langsung dilarikan ke rumah sakit,” kata Yulia. Ia menilai peristiwa ini merupakan kasus penyiraman air keras paling parah yang pernah terjadi di lingkungan tersebut.
“Sebelumnya pernah ada kejadian di RT lain, tetapi hanya mengenai mobil. Kalau yang sekarang langsung ke orang, ini yang paling fatal,” ujarnya. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku diduga berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor. “Dari CCTV terlihat dua pria naik motor. Saat kejadian memang tidak terlalu jelas, tetapi korban langsung berteriak minta tolong,” tambah Yulia.
Peristiwa ini memicu keresahan di kalangan warga. Pengurus lingkungan pun segera menggelar rapat gabungan untuk memperketat sistem keamanan. “Kami langsung rapat gabungan RT 01, RT 02, dan RT 03 untuk membahas pengetatan keamanan wilayah,” jelasnya. Yulia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku beserta motif di balik aksi tersebut.
Di sisi lain, perwakilan warga lainnya, Wuriyanti, menjelaskan bahwa dalam perjalanan menuju musala, korban tiba-tiba disiram oleh orang tidak dikenal. Korban kemudian kembali ke rumah dan diberi pertolongan oleh tetangga serta istrinya dengan disiram air mengalir. Wuriyanti menambahkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari petunjuk lebih lanjut.

