Kapolda Kepri peritahkan kapolsek waspadai keberadaan minilab narkoba

Batam – Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri), Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Kapolsek di wilayah hukumnya untuk meingkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan minilab narkoba, terutama di daerah-daerah yang rawan menjadi jalur transit dan produksi gelap narkotika.

Instruksi ini muncul menyusul penemuan sejumlah laboratorium mini (minilab) yang digunakan untuk memproduksi sabu dan ekstasi secara rahasia di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Meski belum ditemukan langsung di wilayah Kepri, potensi penyebarannya sangat besar mengingat letak geografis Kepri yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Saya minta para Kapolsek untuk turun langsung ke lapangan, awasi rumah-rumah kosong, gudang tak terpakai, dan tempat yang mencurigakan. Minilab narkoba bisa beroperasi diam-diam tanpa terdeteksi jika kita lengah,” tegas Irjen Yan Fitri dalam arahannya, Selasa (17/9/2025).


Ancaman Narkoba di Wilayah Perbatasan

Kepulauan Riau merupakan wilayah perbatasan laut internasional yang selama ini dikenal sebagai titik rawan penyelundupan narkotika jaringan internasional. Selain menjadi jalur masuk narkoba dari luar negeri, wilayah ini kini juga dicurigai mulai dijadikan tempat produksi lokal oleh sindikat yang ingin menghindari deteksi di pusat-pusat kota besar.

Bentuk minilab yang kecil dan mudah dipindahkan membuat aparat kesulitan untuk mendeteksinya. Cukup dengan ruangan tertutup dan bahan kimia dasar, jaringan bisa memproduksi narkoba dalam skala kecil namun terdistribusi secara cepat dan luas.


Modus Baru Jaringan Narkoba

Kapolda Kepri juga menyoroti modus operandi baru dari jaringan narkoba, yakni menyewa rumah-rumah di perumahan elit, apartemen, atau ruko-ruko yang sepi untuk dijadikan tempat produksi. Beberapa jaringan bahkan memanfaatkan pekerja asing atau WNA sebagai teknisi pembuatan narkoba.

Oleh sebab itu, Kapolda menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan aparat pemerintah daerah dalam melakukan deteksi dini, termasuk melalui laporan warga tentang aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

“Kita harus belajar dari wilayah lain. Jangan sampai Kepri kecolongan. Kalau satu minilab berhasil beroperasi di sini, dampaknya bisa merusak generasi muda kita,” tambahnya.


Langkah Proaktif Polda Kepri

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Kepri telah membentuk Satgas Khusus Anti Narkoba yang akan melakukan patroli rutin dan pengawasan ketat terhadap daerah-daerah yang dianggap rawan. Selain itu, pengawasan terhadap barang-barang kimia berbahaya juga diperketat di pelabuhan dan bandara.

Polisi juga mulai menggandeng instansi terkait seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan Dinas Perizinan untuk memantau distribusi bahan kimia dan penyewaan properti secara tidak wajar.


Ajakan kepada Masyarakat

Kapolda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat.

“Laporkan segera bila ada aktivitas mencurigakan. Jangan tunggu sampai korban berjatuhan. Narkoba adalah musuh kita bersama,” ujarnya.


Untuk berita investigasi dan perkembangan terbaru soal keamanan wilayah perbatasan dan peredaran narkoba, baca terus di:
👉 www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *