Bandung – Kebakaran hebat melanda Kampus Universitas Al Ghifari di kawasan Cisaranten Kulon, Kota Bandung, pada Senin malam (6/10/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.15 WIB ini membuat suasana kampus panik. Api dengan cepat membesar dan melahap tiga ruangan yang berada di salah satu gedung perkuliahan.
Menurut keterangan sejumlah saksi, api pertama kali terlihat dari lantai dua gedung perkuliahan. Beberapa mahasiswa yang saat itu masih berada di lingkungan kampus segera berteriak meminta bantuan. “Kami lihat asap tebal keluar dari jendela, lalu api cepat sekali membesar,” ungkap Andi, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi.
Petugas keamanan kampus segera menghubungi pemadam kebakaran. Tak lama, sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Kota Bandung dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena angin malam yang bertiup kencang mempercepat penjalaran api. Namun setelah hampir dua jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.
Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung, Suherman, menjelaskan bahwa tiga ruangan yang terbakar adalah ruang kelas, laboratorium komputer, dan salah satu ruang administrasi. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara ada korsleting listrik, tetapi tim investigasi akan memastikan setelah olah tempat kejadian,” jelasnya.
Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa peralatan komputer, dokumen penting, hingga fasilitas penunjang perkuliahan hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dua mahasiswa dilaporkan mengalami sesak napas karena menghirup asap pekat dan langsung mendapat perawatan medis di klinik terdekat.
Rektor Universitas Al Ghifari, Prof. H. Taufik Rahman, menyampaikan rasa prihatin sekaligus memastikan proses akademik tetap berjalan. “Kami akan segera menyiapkan ruang pengganti sementara agar kegiatan perkuliahan tidak terganggu. Kami juga berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk langkah pemulihan pasca kebakaran,” ujarnya.
Insiden ini menjadi pukulan bagi civitas akademika Universitas Al Ghifari. Selain kerugian material, peristiwa tersebut juga meninggalkan trauma bagi mahasiswa yang menyaksikan langsung kejadian. Beberapa mahasiswa bahkan mengaku kehilangan catatan kuliah, buku, dan barang pribadi yang tertinggal di ruangan terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, polisi bersama tim forensik kebakaran masih menyelidiki sumber api dan memeriksa saksi-saksi. Masyarakat sekitar kampus berharap agar keamanan dan kelistrikan di lingkungan perkuliahan diperketat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Peristiwa kebakaran di kampus ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dan pencegahan dini terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan pendidikan yang setiap hari dipenuhi mahasiswa, dosen, dan staf.
Info berita selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com













