Teheran – Pemerintah Iran resmi menyeret Israel ke Dewan Keamanan PBB atas dugaan pelanggaran hukum perang selama konflik 12 hari yang berlangsung di Jalur Gaza dan perbatasan Lebanon. Dalam surat resmi yang disampaikan ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Iran menuding Israel telah melakukan serangkaian pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.
Langkah diplomatik ini diambil setelah serangan militer Israel selama hampir dua pekan menewaskan ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Iran menyebut serangan itu sebagai bentuk “kejahatan perang terencana” yang melanggar Konvensi Jenewa dan Piagam PBB.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran, disebutkan bahwa Iran menyeret Israel ke Dewan Keamanan PBB karena tindakan militer yang dianggap tidak proporsional dan menyasar infrastruktur sipil, seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas distribusi air. “Dunia tidak boleh diam terhadap kekejaman ini,” ujar Juru Bicara Kemenlu Iran, Nasser Kanaani.
Seruan untuk Tindakan Tegas dari Dewan Keamanan
Iran mendesak agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat guna membahas laporan pelanggaran tersebut dan menjatuhkan sanksi internasional terhadap Israel. Selain itu, Teheran juga menyerukan pembentukan tim investigasi independen di bawah naungan PBB untuk mengumpulkan bukti dan melakukan verifikasi atas dugaan pelanggaran selama perang 12 hari.
“Israel tidak bisa terus-menerus menikmati impunitas atas tindakannya. Saatnya komunitas internasional bertindak,” ujar Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani.
Tuduhan Iran itu juga mendapat sorotan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan beberapa anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yang mengkhawatirkan eskalasi kekerasan yang terus meningkat di kawasan tersebut.
Israel Menolak Tuduhan, Sebut sebagai Propaganda
Pemerintah Israel membantah keras tudingan yang dilayangkan Iran. Dalam pernyataan resminya, Tel Aviv menyebut langkah Iran menyeret Israel ke Dewan Keamanan PBB sebagai “strategi propaganda politik” untuk mengalihkan perhatian dari dukungan Iran terhadap kelompok militan di wilayah konflik.
“Israel hanya membela diri dari serangan teroris yang didukung oleh Iran. Ini bukan pelanggaran, tapi upaya mempertahankan kedaulatan nasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Israel.
Reaksi Internasional dan Peluang Resolusi
Langkah Iran ini menambah ketegangan geopolitik global yang sudah tinggi akibat perang di kawasan. Sejumlah negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris cenderung membela Israel, sementara Rusia, Tiongkok, dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan dukungan terhadap desakan Iran agar PBB bertindak.
Analis hubungan internasional menilai bahwa langkah Iran menyeret Israel ke Dewan Keamanan PBB atas pelanggaran perang 12 hari kemungkinan besar akan memicu perdebatan sengit antarblok negara di badan dunia tersebut. Namun mereka sepakat bahwa tekanan internasional tetap penting untuk mendorong penyelesaian diplomatik yang adil dan akuntabel.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait konflik ini, kunjungi:
🌐 www.gelanggangnews.com

