Provinsi Lampung kembali dilanda bencana banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah ini pada Sabtu sore, 18 Januari 2025. Menurut laporan dari BPBD Provinsi Lampung, sedikitnya ada 19 titik di Kota Bandar Lampung yang terendam air. Kejadian ini berawal dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah provinsi sejak pukul 15.00 WIB, menyebabkan sejumlah kawasan terdampak banjir.
Wahyu Hidayat, Analis Bencana BPBD Lampung, mengungkapkan bahwa selain Kota Bandar Lampung, beberapa daerah lain di Provinsi Lampung juga ikut terendam, seperti Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pesisir Barat. Hujan yang turun cukup deras menyebabkan saluran air tidak mampu menampung aliran air yang melimpah, sehingga menyebabkan genangan air di sejumlah titik.
Beberapa lokasi yang terdampak banjir di Bandar Lampung di antaranya adalah daerah Way Halim, Sumur Putri, Way Laga, hingga kawasan Jalan WR Supratman dan Jalan Ahmad Yani. Selain itu, sejumlah gang-gang kecil seperti Gang Pancurmas, Gang Rozali, dan kawasan lainnya di kelurahan dan kecamatan di kota ini juga tergenang air.

Tidak hanya di Bandar Lampung, banjir juga terjadi di Kabupaten Lampung Tengah, terutama di Kecamatan Bekri dan Bumiratu Nuban. Di Kabupaten Lampung Timur, genangan air merendam beberapa kecamatan seperti Way Bungur, Sukadana, hingga Kecamatan Batanghari dan Ramah Utara. Di Pesawaran, banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Kedondong, seperti Desa Sukajaya Lempasing dan Desa Gunung Sugih.
Di Kabupaten Lampung Selatan, sejumlah kecamatan juga terdampak, terutama di Kecamatan Tanjung Bintang dan Candipuro. Banjir juga menyentuh wilayah Kecamatan Karya Penggawa di Kabupaten Pesisir Barat, tepatnya di Pekon Laay dan Pemangku Penyabungan Pekon Way Nukak.
Wahyu Hidayat menghimbau agar masyarakat tetap waspada, mengingat hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. BPBD Provinsi Lampung pun terus memantau kondisi cuaca dan mengingatkan warga untuk siap siaga terhadap kemungkinan bencana susulan.
Sumber: www.gelanggangnews.com

