GelanggangNews – TERNATE – Stadion Gelora Kie Raha menjadi saksi bisu pertarungan dramatis dalam lanjutan Super League 2025-2026, Selasa (24/2/2026). Tuan rumah Malut United harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Persija Jakarta dengan skor tipis 2-3. Meski kalah, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Laskar Kie Raha menuai apresiasi luas, termasuk dari kubu lawan.
Babak Pertama: Keunggulan Cepat Macan Kemayoran
Persija Jakarta memulai laga dengan efisiensi tinggi. Seolah tidak terpengaruh oleh atmosfer suporter tuan rumah, tim asuhan Mauricio Souza langsung menekan sejak menit awal. Laga baru berjalan tujuh menit, Alaaeddine Ajarie berhasil memecah kebuntuan dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Malut United mencoba merespons, namun koordinasi pertahanan mereka kembali goyah pada menit ke-27. Bek veteran Jordi Amat sukses menggandakan keunggulan Persija, yang membuat mental tuan rumah sempat teruji sebelum turun minum.
Babak Kedua: Perjudian Taktik Hendri Susilo
Memasuki paruh kedua, pelatih Malut United, Hendri Susilo, melakukan perubahan krusial. Masuknya Riswan Lauhin dan Frets Butuan memberikan suntikan energi baru di lini serang. Perubahan taktik ini membuahkan hasil pada menit ke-77 lewat aksi Ciro Alves yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Sayangnya, kegembiraan publik Ternate hanya bertahan dua menit. Persija menunjukkan mental juara dengan langsung membalas lewat gol Fabio Calonego di menit ke-79. Malut United tak menyerah; David Da Silva kembali mencetak gol pada menit ke-81 untuk mengubah skor menjadi 2-3. Di sisa waktu yang ada, gempuran terus dilakukan tuan rumah, namun skor tersebut tetap bertahan hingga peluit panjang.
Sorotan Pelatih: Kerja Keras vs Efisiensi
Usai laga, Hendri Susilo mengaku bangga sekaligus kecewa. Ia menyoroti agresivitas anak asuhnya yang melepaskan 12 tembakan, namun hanya empat yang tepat sasaran. Sebaliknya, Persija tampil sangat mematikan dengan mencetak tiga gol hanya dari enam percobaan.
“Kami sudah berjuang hingga titik darah penghabisan. Perubahan taktik di babak kedua cukup berhasil, tapi inilah sepak bola. Kita harus jujur bahwa transisi Persija malam ini sangat luar biasa,” ujar Hendri dengan nada tegar.
Nada serupa datang dari bek asli Ternate, Riswan Lauhin. Mewakili rekan-rekannya, ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya. “Kami sudah bekerja keras. Malam ini keberuntungan belum di pihak kami, tapi kami berjanji akan bangkit di laga berikutnya,” tegasnya.
Respek dari Mauricio Souza
Pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak segan melontarkan pujian bagi Malut United. Menurutnya, kemenangan ini diraih dengan susah payah karena daya juang tinggi yang ditunjukkan lawan. “Melawan Malut United tidak pernah mudah. Mereka menunjukkan karakter kuat meski sempat tertinggal dua gol. Kami sangat menghargai perlawanan mereka,” kata pelatih asal Brasil tersebut.
Peta Persaingan di Klasemen
Hasil ini membawa dampak signifikan bagi kedua tim:
Persija Jakarta: Kini mengoleksi 50 poin, jumlah yang sama dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung. Namun, Macan Kemayoran masih tertahan di posisi kedua karena kalah selisih gol dan head-to-head.
Malut United: Masih bertahan di peringkat ke-4 dengan 41 poin, posisi yang masih cukup kompetitif untuk terus bersaing di papan atas.
Menatap Laga Selanjutnya
Laskar Kie Raha tidak punya banyak waktu untuk merenung. Mereka segera bersiap untuk melakukan perjalanan tandang ke markas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada Selasa (3/3/2026) mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi Malut United untuk menjaga posisi mereka di empat besar.

