Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Harga Minyak Global Menguat Berkat Ekspektasi Permintaan AS dan Ketidakpastian Pasokan dari Rusia

ByAdmin Gelanggang

Feb 21, 2025

Pada perdagangan Jumat (21/2), harga minyak dunia mencatatkan kenaikan meskipun hanya sedikit. Pendorong utama dari pergerakan ini adalah optimisme pasar mengenai kemungkinan peningkatan permintaan minyak dari Amerika Serikat (AS). Selain itu, ketidakpastian mengenai pasokan minyak dari Rusia, terutama terkait dengan ketegangan politik dengan Ukraina yang belum mencapai kesepakatan damai, turut berperan dalam mempengaruhi harga minyak.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan 16 sen atau 0,2 persen, menjadi US$76,64 per barel. Begitu pula dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang naik 17 sen atau 0,2 persen, menyentuh angka US$72,65 per barel. Kenaikan ini berkontribusi pada peningkatan sekitar 3 persen untuk kedua jenis minyak tersebut selama seminggu terakhir.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatatkan adanya peningkatan stok minyak mentah, namun terjadi penurunan pada persediaan bensin dan sulingan akibat pemeliharaan rutin yang mengurangi tingkat pemrosesan di kilang. Analis dari Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa, menyebutkan bahwa penurunan stok bensin dan sulingan AS, serta kekhawatiran atas pasokan yang semakin terbatas dari Rusia, memberikan dorongan terhadap harga minyak global.

Harga Minyak Global Menguat Berkat Ekspektasi Permintaan AS dan Ketidakpastian Pasokan dari Rusia

Harapan sempat muncul bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina bisa membantu meredakan ketegangan, yang pada gilirannya dapat mengurangi sanksi internasional terhadap Rusia. Namun, pernyataan keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang menentang negosiasi damai yang tidak melibatkan Kyiv, menyebabkan harapan tersebut sedikit meredup. Setelah pertemuan dengan utusan Presiden AS Donald Trump, Zelenskiy menyatakan bahwa Ukraina siap berkomunikasi dengan cepat untuk menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan, terutama dalam hal investasi dan keamanan.

Di sisi lain, gangguan pasokan dari Rusia juga menjadi faktor penting yang mengangkat harga minyak. Rusia mengungkapkan bahwa aliran minyak dari Caspian Pipeline Consortium, yang merupakan jalur utama ekspor minyak dari Kazakhstan, telah berkurang hingga 30-40 persen akibat serangan pesawat nirawak yang mengenai stasiun pemompaan, menambah kekhawatiran tentang kelancaran pasokan minyak global.