Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Gencatan Senjata di Gaza Kian Dekat, Israel dan Hamas Diberi Draf Akhir Kesepakatan

ByAdmin Gelanggang

Jul 25, 2025

Harapan untuk menghentikan konflik berkepanjangan di Gaza semakin nyata. Setelah lebih dari 46.000 korban jiwa berjatuhan akibat serangan Israel terhadap kelompok Hamas, para mediator internasional kini menyodorkan draf final gencatan senjata kepada kedua belah pihak.

Draf ini disusun dalam pertemuan diplomatik intensif yang berlangsung di Doha, Qatar, pada Senin malam (13/1/2025), dan dikonfirmasi oleh sumber yang terlibat langsung dalam proses negosiasi.


Langkah Maju: AS, Qatar, dan Israel Terlibat Aktif

Pertemuan penting di Qatar turut dihadiri oleh utusan Presiden AS Joe Biden, yakni Brett McGurk, serta perwakilan dari Presiden terpilih Donald Trump, Steve Witkoff. Baik Biden maupun Trump sama-sama mendesak terciptanya gencatan senjata dan pembebasan para sandera sebelum transisi kekuasaan di Washington, 20 Januari mendatang.

Dalam pidato terbarunya, Biden menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut akan menghentikan kekerasan, membebaskan sandera, dan memperluas distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

“Gencatan senjata ini akan menyelamatkan nyawa, memberi ruang untuk bantuan, dan menjamin keamanan Israel,” ujar Biden dikutip dari pernyataan resminya.


Rincian Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera

Menurut pejabat yang mengikuti jalannya negosiasi, draf perjanjian telah diserahkan oleh mediator Qatar dan kini sedang ditelaah oleh pihak Hamas dan Israel. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan di Doha pada Selasa pagi.

Media lokal Israel menyebutkan bahwa pemerintah telah diminta bersiap menerima 33 sandera Israel, termasuk mereka yang dalam kondisi sakit atau lanjut usia.

Delegasi Hamas pun memberikan sinyal positif. Setelah bertemu Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, mereka menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung secara konstruktif.

“Kami berada di ujung kesepakatan. Ini momen penting,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan.


Tantangan: Penarikan Pasukan & Tekanan Politik

Meskipun upaya damai telah mencapai tahap akhir, perbedaan posisi masih menjadi penghambat utama. Hamas menuntut penghentian perang secara permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menolak penghentian perang hingga Hamas dilenyapkan.

Namun, perubahan arah politik dari AS ikut memberi tekanan baru. Presiden terpilih Donald Trump menyatakan keinginannya agar perang dihentikan, namun mengancam akan mengambil langkah keras jika sandera tidak dibebaskan sebelum pelantikannya.

“Jika sandera tidak dibebaskan sebelum saya resmi menjabat, akan ada konsekuensi yang besar,” kata Trump seperti dilaporkan media AS.


Komitmen AS dan Dukungan Global

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan Biden telah menyampaikan langsung kepada Netanyahu terkait pentingnya menghentikan kekerasan dan meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza.

Perkembangan ini menandai peluang baru bagi perdamaian setelah berbulan-bulan konflik brutal di wilayah kantong Palestina tersebut.

 

Untuk kabar terbaru seputar konflik Gaza dan dunia internasional, ikuti terus update eksklusif di www.gelanggangnews.com.