Perasaan duka dan kepiluan menyelimuti seorang ibu yang sejak pagi tak henti mencari kabar tentang putranya yang menjadi salah satu korban dalam insiden kebakaran Gedung Terra Drone. Tragedi yang terjadi secara tiba-tiba itu menyisakan kepanikan besar, terutama bagi keluarga para karyawan yang belum menerima kepastian kondisi orang terdekat mereka. Suasana haru pecah di sekitar lokasi ketika sang ibu datang dengan langkah gontai namun terus berusaha tegar, berharap anaknya masih bisa ditemukan dalam keadaan apa pun.
Kebakaran hebat yang melanda gedung berlantai empat tersebut menciptakan kobaran api besar yang menyulitkan proses evakuasi. Petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan sejak awal terus berupaya menjinakkan api yang diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu ruangan kerja. Sementara itu, keluarga korban tampak menunggu dengan penuh cemas di luar garis aman, termasuk sang ibu yang berulang kali menanyakan perkembangan proses identifikasi jenazah.
Menurut keterangan sementara yang dihimpun, beberapa jenazah yang berhasil dievakuasi masih dalam proses pemeriksaan karena luka bakar yang cukup parah. Kondisi ini membuat proses identifikasi memerlukan waktu lebih lama dari biasanya. Sang ibu yang sejak awal menunjukkan tanda-tanda kegelisahan terus memaksa masuk untuk memastikan apakah salah satu jenazah adalah anaknya. Namun petugas berusaha menenangkannya dan meminta ia menunggu prosedur resmi di posko yang telah disediakan.
Dalam suasana penuh haru itu, pihak berwenang menegaskan bahwa mereka akan mempercepat proses identifikasi dengan tetap mengikuti prosedur medis yang berlaku. Mereka juga meminta keluarga korban untuk menyerahkan data pendukung seperti ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, hingga dokumen medis yang dapat membantu pencocokan. Di sisi lain, pihak perusahaan Terra Drone menyampaikan rasa duka mendalam dan menjanjikan pendampingan penuh bagi keluarga korban.
Kisah sang ibu yang tak henti mencari putranya menjadi gambaran betapa beratnya beban emosional yang ditanggung para keluarga. Banyak warga yang hadir ikut larut dalam suasana sedih ketika melihat ibu tersebut menangis dan memanggil-manggil nama anaknya. Para relawan dan tenaga kesehatan pun tampak memberikan pendampingan emosional untuk mencegah trauma lebih berat.
Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan gedung dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta potensi kelalaian yang mungkin terjadi. Sementara itu, masyarakat ikut memberikan dukungan moral bagi keluarga korban sambil berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
Informasi lebih lengkap hanya di: www.gelanggangnews.com













