Di balik keagungan Sungai Gangga yang dianggap paling suci oleh umat Hindu, tersimpan cerita unik: warga lokal mencari “harta karun” di dasar sungai. Aktivitas ini bukan sekadar tradisi, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat miskin di India.
Sungai Suci, Penuh Misteri
Sungai Gangga, yang mengalir sepanjang lebih dari 2.500 km dari Himalaya ke Teluk Benggala, setiap harinya menjadi tempat mandi ritual, kremasi, dan pembuangan sesaji oleh jutaan umat Hindu. Namun, di balik kesakralan itu, sejumlah warga justru menyelam ke dasar sungai mencari benda berharga.
Mulai dari koin persembahan, perhiasan yang terlepas saat upacara keagamaan, hingga logam mulia, semua menjadi incaran. Dengan alat sederhana seperti kacamata selam buatan tangan, mereka bertaruh nyawa melawan arus sungai dan polusi yang pekat.
Potret Kehidupan yang Kontras
Dalam serangkaian foto yang beredar luas, tampak para pencari harta karun—mulai dari anak muda hingga lansia—menyelam, mengais lumpur, lalu menepi dengan secuil logam atau uang receh. Meski hasilnya tak seberapa, mereka tetap gigih.
“Kadang hanya dapat beberapa koin, kadang juga perhiasan. Tapi ini lebih baik daripada menganggur,” ujar Ramu, pria 43 tahun, salah satu penyelam tradisional di Varanasi.
Risiko Tinggi, Minim Perlindungan
Kegiatan ini tergolong berbahaya. Selain risiko tenggelam dan terkena penyakit dari air yang tercemar, mereka juga berhadapan dengan sampah tajam dan puing logam kremasi. Sayangnya, belum ada perlindungan atau dukungan dari pemerintah lokal bagi para pencari logam ini.
Di tengah arus suci dan ritual keagamaan, Sungai Gangga menyimpan potret kontras kehidupan: antara spiritualitas dan perjuangan bertahan hidup. Sebuah ironi yang terus berlangsung di jantung India.
Lihat galeri lengkap fotonya hanya di: Gelanggang News













