Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Bursa Asia Mayoritas Dibuka Hijau, IHSG Bakal Ikutan?

ByAdmin Gelanggang

Sep 8, 2025

Jakarta – Awal pekan ini, pasar keuangan regional menunjukkan sinyal positif. Bursa Asia mayoritas dibuka hijau, IHSG bakal ikutan? Pertanyaan itu kini menjadi sorotan para pelaku pasar di Indonesia, mengingat tren positif di kawasan kerap menjadi acuan bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan Senin (8/9/2025), indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 0,85 persen, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak lebih dari 1 persen. Pasar saham Korea Selatan, Kospi, juga dibuka naik sekitar 0,6 persen. Sementara itu, bursa di Singapura dan Taiwan mencatatkan penguatan tipis namun konsisten. Tren ini memperlihatkan optimisme investor Asia terhadap prospek ekonomi global yang lebih stabil.

Menurut para analis, dorongan utama penguatan di kawasan Asia berasal dari sinyal positif perekonomian Amerika Serikat dan Tiongkok. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memberi harapan bahwa bank sentral AS (The Fed) akan menahan diri dari kenaikan suku bunga lanjutan. Di sisi lain, pemerintah Tiongkok mengumumkan stimulus tambahan untuk mendukung sektor properti dan manufaktur.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian investor lokal kini tertuju pada pergerakan IHSG. Sejumlah analis menilai peluang indeks domestik untuk ikut menguat cukup besar. “Secara historis, ketika bursa Asia mayoritas dibuka hijau, IHSG bakal ikutan terdorong, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, energi, dan konsumer,” ujar salah satu pengamat pasar modal di Jakarta.

Meski demikian, faktor domestik tetap menjadi penentu penting. Investor tengah menanti rilis data cadangan devisa serta perkembangan harga komoditas global. Harga minyak mentah dunia yang cenderung stabil diperkirakan akan memberi dukungan tambahan bagi saham-saham emiten energi. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih perlu dicermati karena bisa memengaruhi aliran modal asing.

Kondisi politik juga tak lepas dari perhatian. Pasar akan memantau perkembangan pembahasan kebijakan fiskal pemerintah, termasuk realisasi belanja negara menjelang kuartal terakhir tahun ini. Stabilitas politik dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor asing agar tetap menanamkan modalnya di pasar saham Indonesia.

Sejumlah broker saham memberikan rekomendasi agar investor tetap selektif. Saham-saham unggulan perbankan seperti BBRI dan BMRI, energi seperti PGAS, serta sektor konsumer seperti UNVR, diperkirakan masih menjadi pilihan menarik. Namun, investor juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap potensi aksi ambil untung jangka pendek.

Dengan kondisi eksternal yang positif, peluang bursa Asia mayoritas dibuka hijau, IHSG bakal ikutan menguat terbuka lebar. Namun, penguatan IHSG diperkirakan akan berlangsung terbatas bila sentimen domestik belum sekuat faktor global. Investor disarankan tetap memperhatikan strategi manajemen risiko dan mengikuti perkembangan berita ekonomi terbaru.

Ke depan, arah IHSG sangat bergantung pada kombinasi faktor global dan domestik. Jika The Fed benar-benar menahan suku bunga dan stimulus Tiongkok berjalan efektif, maka sentimen positif berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Di sisi lain, kestabilan ekonomi dan politik dalam negeri akan menentukan seberapa kuat IHSG bisa mengikuti tren regional.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai pergerakan pasar saham dan ekonomi terkini, pembaca dapat mengikuti update di www.gelanggangnews.com.