BMKG: Gempa M 6,5 Sumenep Dipicu Aktivitas Sesar Bawah Laut

Sumenep, Gelanggang News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu malam, dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut. Gempa yang terjadi sekitar pukul 22.47 WIB itu sempat menimbulkan kepanikan warga karena getarannya terasa cukup kuat hingga ke beberapa daerah di sekitar Pulau Madura.

Menurut keterangan resmi Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa tersebut memiliki episentrum di laut dengan titik koordinat 6,85 Lintang Selatan dan 114,45 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 85 kilometer arah timur laut dari Kabupaten Sumenep, dengan kedalaman 12 kilometer. Lokasi gempa yang dangkal inilah yang menyebabkan getaran terasa cukup kuat di permukaan.

BMKG memastikan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut yang membentang di sekitar perairan Sumenep. Mekanisme gempa menunjukkan adanya pergeseran sesar mendatar (strike-slip fault) yang menjadi salah satu potensi sumber gempa di kawasan Jawa Timur bagian timur.

Meski gempa memiliki kekuatan cukup besar, BMKG menegaskan bahwa kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa saja terjadi, meskipun dengan kekuatan yang lebih kecil.

Dampak di Lapangan

Laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Beberapa warga sempat memilih mengungsi ke tempat terbuka karena khawatir akan adanya gempa susulan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun tim gabungan terus melakukan pendataan di lokasi terdampak.

Warga di Kecamatan Batang-Batang, Dasuk, dan Kangayan dilaporkan merasakan guncangan paling kuat. Beberapa masyarakat menggambarkan getaran seperti hentakan keras yang membuat benda-benda di dalam rumah bergoyang cukup lama. “Kami panik dan langsung keluar rumah. Getarannya terasa sangat kuat,” ujar Siti Aminah, warga Desa Dasuk Timur.

Imbauan BMKG dan Pemerintah Daerah

BMKG menekankan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi palsu atau hoaks terkait gempa yang beredar di media sosial. Seluruh informasi resmi mengenai gempa hanya dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal resmi. Pemerintah Kabupaten Sumenep juga mengimbau warganya untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi rumah masing-masing, terutama jika terdapat kerusakan pada struktur bangunan, guna menghindari risiko jika terjadi guncangan susulan.

Kajian Mitigasi Bencana

BMKG menilai wilayah Jawa Timur, khususnya Sumenep dan sekitarnya, memang memiliki potensi kegempaan yang cukup tinggi akibat keberadaan beberapa sesar aktif di sekitar Laut Jawa dan Laut Flores. Karena itu, langkah mitigasi bencana menjadi sangat penting. Edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan gempa terus digencarkan agar warga memiliki pemahaman lebih baik dalam menghadapi situasi darurat.

Ahli geologi juga mengingatkan bahwa pergeseran sesar bawah laut merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi. Namun, kesiapan masyarakat dan pemerintah menjadi faktor utama untuk meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian materi.

Dengan adanya gempa berkekuatan M 6,5 di Sumenep ini, BMKG kembali menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan dengan potensi bencana alam di Indonesia, termasuk gempa bumi.

 

Baca berita lengkap lainnya hanya di www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *