BANDUNG – Bangunan ikonik Teras Cihampelas di Kota Bandung kembali menjadi sorotan publik. Skywalk yang dibangun pada era kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung itu kini masuk dalam wacana pembongkaran akibat dinilai tidak lagi efektif dan menimbulkan sejumlah persoalan tata kota.
Teras Cihampelas yang diresmikan pada 2017 silam awalnya digadang-gadang sebagai solusi untuk menata kawasan wisata Cihampelas. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut dirancang untuk memberikan ruang aman bagi pejalan kaki sekaligus mendukung aktivitas ekonomi pedagang kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi bangunan tersebut dinilai tak berjalan sesuai harapan.
Sejumlah pihak menilai keberadaan Teras Cihampelas justru menambah kesemrawutan kawasan, mengganggu estetika kota, serta kurang terawat. Selain itu, aspek legalitas bangunan juga kembali dipertanyakan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga standar kelayakan fungsi bangunan.
Wacana pembongkaran mencuat setelah adanya dorongan dari pemerintah provinsi agar dilakukan penataan ulang kawasan Cihampelas secara menyeluruh. Pemerintah Kota Bandung pun mengakui bahwa opsi pembongkaran tengah dikaji secara serius, meski keputusan final belum ditetapkan.
Di sisi lain, rencana tersebut memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai pembongkaran perlu dilakukan demi penataan kota yang lebih baik, sementara lainnya menganggap Teras Cihampelas sebagai bagian dari sejarah pembangunan kota Bandung yang seharusnya direvitalisasi, bukan dihilangkan.
Hingga kini, nasib Teras Cihampelas masih menunggu hasil kajian teknis, hukum, dan tata ruang. Pemerintah daerah memastikan setiap langkah akan diambil secara hati-hati demi kepentingan publik dan wajah Kota Bandung ke depan.
Baca berita terkini dan terpercaya lainnya hanya di
👉 https://gelanggangnews.com/

