Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Badai Bram Terjang Inggris, Jadwal Kereta sampai Pesawat Chaos

ByAdmin Gelanggang

Dec 11, 2025

Inggris kembali diterjang cuaca ekstrem setelah Badai Bram melanda sejumlah wilayah pada akhir pekan ini. Angin kencang yang mencapai kecepatan lebih dari 120 km/jam disertai hujan deras menyebabkan gangguan besar pada sistem transportasi nasional. Berdasarkan laporan yang dihimpun Gelanggang News, insiden ini mengakibatkan sejumlah layanan kereta, pesawat, hingga bus antarkota mengalami penundaan signifikan bahkan pembatalan total.

Di sektor perkeretaapian, jalur utama London–Manchester dan London–Edinburgh menjadi rute yang paling terdampak. Sejumlah pohon tumbang menutup rel, sementara beberapa jaringan listrik di sepanjang lintasan mengalami kerusakan parah. Operator kereta menyatakan bahwa tim teknis telah dikerahkan untuk memperbaiki gangguan, namun prosesnya memerlukan waktu karena kondisi cuaca masih belum stabil. Ribuan penumpang terpaksa menunggu berjam-jam di stasiun karena jadwal yang berubah-ubah tanpa kepastian.

Sementara itu, sektor penerbangan juga menghadapi kekacauan besar. Di Bandara Heathrow dan Gatwick, ratusan penerbangan dilaporkan mengalami penundaan. Sejumlah maskapai bahkan memutuskan membatalkan jadwal keberangkatan demi alasan keselamatan karena turbulensi udara yang ekstrem. Penumpang harus bermalam di area terminal setelah maskapai membagikan pemberitahuan mendadak mengenai perubahan jadwal.

Di wilayah pesisir barat, badai memicu gelombang tinggi yang merusak sebagian area dermaga dan fasilitas pelabuhan. Pemerintah setempat mengeluarkan imbauan evakuasi terbatas bagi warga yang tinggal di dekat garis pantai. Tim penyelamat telah bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi banjir kilat, terutama di wilayah Wales dan Cornwall yang mengalami curah hujan tertinggi sejak awal musim dingin.

Layanan listrik di lebih dari 30 ribu rumah juga sempat terputus akibat tiang dan jaringan kabel yang rusak. Perusahaan pemasok energi menyatakan bahwa teknisi terus melakukan perbaikan bertahap, namun beberapa wilayah kemungkinan baru mendapatkan listrik normal dalam 24–48 jam ke depan. Warga diminta untuk tetap berada di rumah, menghindari perjalanan tidak mendesak, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas cuaca.

Badai Bram dianggap sebagai salah satu badai paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir di Inggris. Otoritas meteorologi menyampaikan bahwa pola cuaca ekstrem ini diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Dalam laporan khas Gelanggang News, para ahli menilai perubahan iklim global turut berperan memperburuk intensitas badai di kawasan Eropa.

Situasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur dan peningkatan sistem peringatan dini agar masyarakat dapat mengantisipasi dampak buruk yang lebih besar. Pemerintah Inggris masih terus memantau perkembangan cuaca dan bersiap mengambil langkah darurat bila terjadi peningkatan intensitas badai.

Selengkapnya hanya di Gelanggang News: www.gelanggangnews.com