Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ada yang Kepanasan Dari Penunjukan Hasto Sebagai Sekjen

ByAdmin Gelanggang

Aug 16, 2025

Jakarta — Isu panas kembali menyeruak di tubuh internal PDI Perjuangan setelah muncul kabar ada yang kepanasan dari penunjukan Hasto sebagai Sekjen. Penunjukan Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan dalam struktur kepengurusan 2025–2030 rupanya tidak diterima dengan tenang oleh semua pihak.

Meskipun hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari internal partai yang menunjukkan penolakan, namun sejumlah manuver politik dan dinamika yang muncul ke permukaan menunjukkan adanya ketegangan tertentu. Banyak pengamat menilai bahwa ada yang kepanasan dari penunjukan Hasto sebagai Sekjen, khususnya dari kelompok yang selama ini memiliki pandangan berbeda terhadap arah kebijakan partai.

Penunjukan Hasto sebagai Sekjen sendiri diumumkan dalam rapat internal tertutup yang digelar di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, awal pekan ini. Hasto, yang telah menjabat sejak 2015, dianggap masih menjadi sosok sentral yang dipercaya oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Namun, dalam perkembangan politik pasca-Pemilu 2024, muncul wacana penyegaran di tubuh partai, yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab ada yang kepanasan dari penunjukan Hasto sebagai Sekjen.

Beberapa kader muda disebut-sebut menginginkan perubahan dan peremajaan struktur kepengurusan, terutama di posisi strategis seperti Sekretaris Jenderal. Namun demikian, Hasto dinilai memiliki rekam jejak dan pengalaman yang cukup panjang dalam mengelola mesin partai, sehingga posisinya tetap kuat dan sulit digeser.

“Penunjukan Sekjen adalah hak prerogatif Ketua Umum. Tidak semua keputusan akan menyenangkan semua pihak, tapi itu bagian dari dinamika organisasi,” ujar salah satu petinggi partai yang enggan disebutkan namanya.

Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan bahwa ada yang kepanasan dari penunjukan Hasto sebagai Sekjen juga mencerminkan adanya friksi internal yang mungkin akan memengaruhi arah politik PDI Perjuangan ke depan, terutama menjelang konsolidasi nasional partai dalam rangka Pilkada 2024 tahap kedua dan persiapan Pemilu 2029.

Pakar politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, menilai bahwa dinamika semacam ini wajar dalam partai besar yang memiliki banyak faksi. Namun ia mengingatkan bahwa pengelolaan konflik internal sangat penting agar tidak berdampak negatif pada citra partai di hadapan publik.

“Bila benar ada yang kepanasan dari penunjukan Hasto sebagai Sekjen, maka ini harus disikapi dengan dialog internal yang sehat. Jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan perpecahan,” ujar Arie.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Hasto Kristiyanto menanggapi spekulasi dan dinamika internal tersebut. Namun, ia terlihat tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, termasuk menghadiri sejumlah pertemuan resmi partai.

Untuk perkembangan terbaru seputar dinamika internal PDI Perjuangan dan isu politik nasional lainnya, ikuti terus laporan eksklusif kami di www.gelanggangnews.com.