Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ada Belatung pada Menu MBG di Sorong, Badan Gizi Minta Maaf

ByAdmin Gelanggang

Aug 11, 2025

Sorong – Warga Sorong dikejutkan dengan temuan belatung pada menu Makanan Bergizi (MBG) yang disediakan dalam program bantuan pangan sekolah dasar di wilayah tersebut. Peristiwa ini pertama kali mencuat melalui unggahan video orang tua siswa yang memperlihatkan kondisi tidak layak konsumsi dari makanan tersebut. Menyusul kejadian itu, Badan Gizi Kabupaten Sorong menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia.

Temuan belatung pada menu MBG di Sorong terjadi pada Jumat (8/8) di salah satu SD Negeri di Distrik Sorong Timur. Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku menemukan belatung dalam lauk yang diberikan kepada anaknya sebagai bagian dari program Makanan Bergizi.

“Kami sangat kecewa. Program ini seharusnya untuk meningkatkan gizi anak-anak, tapi kenyataannya seperti ini. Ada belatung dalam makanan yang disediakan,” ujarnya.

Kepala Badan Gizi Kabupaten Sorong, dr. Renata Masake, menggelar konferensi pers pada Sabtu (9/8) dan menyatakan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya orang tua siswa. Ia mengakui bahwa peristiwa “ada belatung pada menu MBG di Sorong” mencoreng tujuan utama program tersebut.

Evaluasi Penyedia dan Prosedur Higienitas

“Ini adalah kelalaian serius. Kami telah memanggil penyedia katering untuk dimintai keterangan. Seluruh prosedur higienitas akan dievaluasi ulang. Kami juga akan mengintensifkan pengawasan terhadap penyedia makanan ke depan,” ujar dr. Renata.

Menurut data dari Badan Gizi, program MBG sudah berjalan sejak awal tahun dengan melibatkan lebih dari 10 penyedia makanan lokal. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian siswa sekolah dasar dan menekan angka stunting.

Namun, insiden adanya belatung pada menu MBG di Sorong membuat publik mempertanyakan kualitas kontrol dalam pelaksanaan program tersebut. Lembaga Swadaya Masyarakat setempat pun turut angkat suara, mendesak adanya audit menyeluruh dan transparansi data penyedia makanan.

Respons Publik dan Tindak Lanjut

Ketua Komisi C DPRD Kota Sorong, Yusuf Kabes, menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan dan Badan Gizi untuk meminta penjelasan. “Kami tidak bisa diam melihat kasus seperti ini. Anak-anak adalah masa depan kita. Jika ada belatung pada menu MBG di Sorong, maka itu harus diusut tuntas,” katanya dalam pernyataan tertulis.

Sementara itu, orang tua murid berharap kasus ini tidak terulang. Mereka mendukung program MBG namun meminta kualitas makanan diawasi lebih ketat. “Kami tidak ingin program ini dihentikan, tapi harus diperbaiki. Jangan sampai anak-anak jadi korban,” ujar salah satu perwakilan orang tua.

Hingga kini, Badan Gizi telah menghentikan sementara distribusi makanan dari penyedia terkait dan menggandeng Balai POM untuk uji laboratorium. Hasil investigasi dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Untuk informasi lebih lanjut seputar perkembangan kasus ini, masyarakat dapat mengikuti laporan lengkapnya melalui situs resmi GELANGGANG NEWS di www.gelanggangnews.com.