21 Mei 2025 — Pemerintah dikabarkan menunjuk Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai menggantikan Askolani. Penunjukan ini menjadi sorotan publik lantaran posisi strategis DJBC kini dipercayakan kepada perwira tinggi aktif dari institusi militer.
Letjen Djaka sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN) serta pernah menduduki posisi Inspektur Jenderal di Kementerian Pertahanan. Penempatan ini disebut sebagai langkah pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan dan menertibkan potensi kebocoran penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai.
🎯 Tugas dan Tantangan Menanti
Penunjukan Djaka Budi Utama membawa harapan baru, namun sekaligus beban tanggung jawab yang besar. Setidaknya ada empat tantangan utama yang menanti di depan:
Penyelundupan Barang Ilegal
Peredaran barang tanpa cukai resmi, seperti rokok ilegal dan barang-barang impor gelap, masih menjadi masalah serius.Transparansi dan Reformasi Birokrasi
Publik berharap ada percepatan reformasi layanan dan proses distribusi barang di pelabuhan serta bandara agar lebih bersih dan efisien.Koordinasi Antar Lembaga
Posisi Dirjen DJBC membutuhkan kemampuan sinergi antara aparat penegak hukum, kementerian teknis, dan pelaku industri.Modernisasi Teknologi Pengawasan
Penguatan sistem digitalisasi dan pemanfaatan data intelijen kepabeanan diharapkan bisa mempercepat deteksi dini terhadap pelanggaran.

🔍 Respon Publik dan Pemerintah
Wakil Menteri Keuangan menegaskan bahwa penunjukan Dirjen baru mempertimbangkan kebutuhan akan pemimpin tegas, bersih, dan mampu menghadirkan tata kelola kepabeanan yang profesional. Meski berasal dari militer, Djaka diyakini bisa menyesuaikan diri dengan tantangan sipil dan administratif yang kompleks di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
📌 Ikuti berita politik dan kebijakan fiskal terbaru hanya di:
🌐 https://gelanggangnews.com












