Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan resmi ke Turki dan bertemu langsung dengan Haluk Görgün, Presiden Industri Pertahanan Turkiye (SSB). Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai bentuk kolaborasi strategis di sektor industri pertahanan. Fokus pembicaraan mencakup pengembangan alutsista, teknologi pertahanan masa depan, serta peluang peningkatan kapasitas produksi bersama antara perusahaan Indonesia dan Turki.
🔧 Penguatan Teknologi dan Transfer Ilmu
Prabowo menekankan pentingnya penguasaan teknologi militer dan transfer ilmu sebagai bagian dari visi besar kemandirian pertahanan Indonesia. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pembelian alutsista, melainkan investasi jangka panjang dalam peningkatan kapasitas dalam negeri.
“Kami ingin belajar dan bekerja sama, membangun industri pertahanan kita agar lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Prabowo dalam siaran resmi Kementerian Pertahanan.
🌍 Turki sebagai Mitra Strategis
SSB Turki dikenal sebagai lembaga yang membawahi pengembangan sistem pertahanan mutakhir, termasuk drone tempur, rudal jarak jauh, hingga kapal perang. Turki juga telah menjadi mitra kerja sama Indonesia dalam proyek alutsista sebelumnya, termasuk dalam pengembangan tank dan kendaraan lapis baja.
🇮🇩 Kolaborasi Menuju Kemandirian Pertahanan
Pertemuan ini diyakini menjadi pijakan penting bagi era baru kerja sama pertahanan RI-Turki, terlebih dengan kepemimpinan Prabowo ke depan sebagai Presiden. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pertahanan regional yang mandiri dan maju.
📍 Simak terus perkembangan hubungan internasional dan kebijakan pertahanan Indonesia hanya di:
🔗 https://gelanggangnews.com/












