JAKARTA – Program Sarapan Gratis yang digagas oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung dan wakilnya, Rano Karno, akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Setelah sebelumnya sempat mengalami penolakan, kini program tersebut siap direalisasikan.
Dulu Sempat Terkendala, Kini Jalan Terbuka
Pada awalnya, inisiatif ini menghadapi tantangan besar karena dianggap serupa dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Namun, setelah melewati berbagai diskusi dan evaluasi, pemerintah pusat akhirnya memberikan lampu hijau.
Program Sarapan Gratis pertama kali diumumkan oleh Pramono-Rano pada masa kampanye Pilkada Jakarta 2024. Gagasan ini muncul sebagai solusi untuk memastikan anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan asupan nutrisi yang cukup di pagi hari tanpa harus terbebani biaya tambahan.
Menjadi Pelengkap Program Pemerintah Pusat
Pramono menegaskan bahwa program ini bukan untuk bersaing dengan MBG, melainkan sebagai pelengkap. “Kami ingin mendukung program yang telah dicanangkan Presiden Prabowo, yaitu makan siang gratis. Maka dari itu, kami menyediakan sarapan gratis di pagi hari,” ujar Pramono dalam debat Pilkada Jakarta, 27 Oktober 2024.
Berasal dari latar belakang keluarga sederhana, Pramono memahami betapa pentingnya akses makanan bergizi bagi masyarakat Jakarta. “Kami tahu bahwa ini kebutuhan yang sangat krusial bagi warga,” tambahnya.
Khawatir Membingungkan Masyarakat
Meski kini sudah mendapat restu, beberapa pengamat menilai program ini masih berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat. Trubus Rahardiansyah, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, menyatakan bahwa kemiripan dengan MBG bisa membuat publik sulit membedakan mana yang merupakan program pusat dan mana yang khusus dari Pemprov DKI Jakarta.
Selain itu, Trubus juga menyoroti anggaran besar yang diperlukan untuk menjalankan program ini. “Ada risiko program ini membebani APBD dan mengorbankan pembangunan di sektor lain. Kita lihat bagaimana dulu Presiden Jokowi fokus di infrastruktur, kalau ini tidak dikelola baik, dampaknya bisa signifikan,” ujarnya.
Sempat Tak Disetujui, Kini Berjalan Lagi
Di tengah pro-kontra yang muncul, Pramono sempat mengumumkan pembatalan program tersebut. Namun, dengan adanya restu dari pemerintah pusat, program Sarapan Gratis kini kembali masuk dalam rencana implementasi Pemprov DKI Jakarta.
Apakah program ini akan berjalan mulus atau justru menjadi polemik baru? Warga Jakarta akan segera melihat hasilnya dalam waktu dekat.
sumber: https://gelanggangnews.com/
