Kawasan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali ditutup sementara untuk pendakian sebagai bagian dari penghormatan terhadap upacara keagamaan. Penutupan ini berkaitan dengan pelaksanaan upacara Budha Wage Ukir di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir yang terletak di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.
Informasi tentang penutupan ini tersebar melalui berbagai saluran media sosial, termasuk di akun X (dulu Twitter) @Beritabali.com pada Selasa (25/2/2025). Tidak hanya jalur pendakian melalui Pura Pasar Agung yang ditutup, tetapi seluruh jalur pendakian lainnya juga akan dihentikan sementara. Penutupan ini berlaku mulai 25 Februari hingga 1 Maret 2025, dan jalur pendakian akan dibuka kembali pada 2 Maret 2025.
Penutupan Gunung Agung untuk pendakian juga pernah terjadi sebelumnya, yakni pada 1 Oktober hingga 30 November 2024, ketika upacara keagamaan di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir berlangsung. Akibat penutupan tersebut, sejumlah pemesanan pemandu wisata bagi pendaki domestik dan internasional dibatalkan.
Sekretaris Forum Komunikasi Pemandu Wisata Pendakian Gunung Agung, Wayan Widi Yasa, berharap tidak ada pelanggaran terkait penutupan kali ini. Dia juga menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara panitia upacara dan pemandu pendakian agar informasi mengenai penutupan ini bisa sampai lebih cepat kepada para wisatawan dan pecinta alam.
Panitia upacara di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir juga telah mengirimkan surat kepada para pemandu wisata yang mengimbau untuk tidak melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung selama upacara. Surat ini ditandatangani oleh Ketua Panitia, Jro Mangku Wayan Sukra, dan Pengelingsir Pura Pasar Agung, Jro Mangku Gede Umbara. Penutupan ini dimaksudkan untuk menghormati upacara Karya Tabuh Gentuh Wana Kertih, Segara Kertih, dan Nubung Pedagingan Purnama Kelima 2024 yang sedang dilaksanakan.
sumber: https://gelanggangnews.com/










