Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyerukan kepada Israel dan Hamas untuk tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati. Gencatan senjata yang mulai diberlakukan sejak bulan lalu telah berhasil meredam konflik selama lebih dari 15 bulan, meskipun dalam beberapa hari terakhir situasi kembali menegang.
“Kami mengimbau semua pihak untuk mempertahankan gencatan senjata agar upaya kemanusiaan yang sangat penting ini bisa terus berlangsung,” ujar ICRC dalam sebuah pernyataan resmi.
Mereka menegaskan bahwa nasib ratusan ribu orang bergantung pada keberlanjutan kesepakatan ini.
Ketegangan meningkat setelah Hamas mengancam akan menunda pembebasan sandera berikutnya. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa pertempuran bisa kembali berkobar jika para sandera tidak dibebaskan sebelum Sabtu. Ancaman tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengatakan bahwa akan terjadi kekacauan besar jika Hamas gagal membebaskan semua sandera Israel pada hari yang telah ditentukan.
ICRC menegaskan pentingnya pembebasan seluruh sandera yang masih ditahan, sekaligus menekankan bahwa penduduk Gaza membutuhkan jeda dari kekerasan serta akses terhadap bantuan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa.
“Keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata adalah kunci bagi semua ini,” tambah mereka.

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan hasil mediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat setelah melalui negosiasi panjang di bawah kepemimpinan mantan Presiden AS, Joe Biden. Dalam tahap pertama kesepakatan, kedua belah pihak yang bertikai telah sepakat untuk memulai negosiasi tahap kedua setelah 16 hari dari dimulainya gencatan senjata pada 19 Januari.
Namun, hingga kini negosiasi belum juga dimulai, meskipun telah terjadi lima kali pertukaran sandera dan tahanan sesuai perjanjian. Dalam pertukaran tersebut, Hamas telah membebaskan 16 sandera Israel, sementara Israel telah melepaskan ratusan tahanan Palestina.
ICRC menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi perantara kemanusiaan demi mendukung pelaksanaan kesepakatan ini serta memfasilitasi pembebasan sandera dan tahanan.
“Kami kembali menegaskan seruan kami agar semua sandera dibebaskan dengan cara yang aman dan bermartabat, agar lebih banyak bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza, dan agar ICRC diberikan akses penuh untuk menemui semua sandera serta tahanan,” kata organisasi tersebut.
“Selama tiga minggu terakhir, gencatan senjata telah menyelamatkan banyak nyawa. Jika kondisi ini berbalik, maka banyak orang akan kembali terjebak dalam penderitaan dan keputusasaan,” tutup pernyataan ICRC.
Sumber: www.gelanggangnews.com












