Jam Kiamat (Doomsday Clock) digerakkan satu detik lebih mendekati tengah malam, menandakan bahwa dunia semakin dekat dengan potensi bencana global. Menurut pengumuman dari Bulletin of the Atomic Scientists, jarum jam kini menunjukkan hanya 89 detik sebelum terjadinya kehancuran total. Ini adalah pergeseran yang paling signifikan sepanjang sejarah, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang ancaman nuklir, perubahan iklim, dan penyebaran informasi palsu yang kian merajalela.
Pergeseran posisi ini diumumkan setelah masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dimulai. Kebijakan-kebijakan yang diambil dalam beberapa hari pertama pemerintahan baru ini menambah kekhawatiran global, dengan langkah luar negeri yang lebih agresif serta kebijakan yang mengurangi kerja sama internasional. Selain itu, rekor suhu global tertinggi yang tercatat pada 2024 dan dampak nyata dari perubahan iklim turut memperburuk situasi.
Juan Manuel Santos, mantan Presiden Kolombia dan Ketua The Elders, sebuah kelompok yang terdiri dari mantan pemimpin dunia, menyatakan bahwa posisi Jam Kiamat yang kini berada pada 89 detik dari tengah malam menunjukkan ancaman yang lebih besar dari sebelumnya. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas dan persatuan global untuk memundurkan jarum jam tersebut, seraya memperingatkan bahwa dunia harus lebih sadar akan risiko-risiko eksistensial ini.

Selain ancaman nuklir dan perubahan iklim, perhatian juga tertuju pada penyebaran disinformasi yang semakin merajalela di dunia digital. Santos menyoroti bagaimana berita bohong dan teori konspirasi yang berkembang pesat dapat merusak kepercayaan publik terhadap kebijakan global dan memperburuk polarisasi. “Penyebaran informasi yang tidak benar semakin mengikis rasa saling percaya, dan ini bisa memperburuk situasi yang sudah sangat rapuh,” kata Santos.
Sebagai tanggapan atas ancaman ini, para ilmuwan dan pemimpin dunia menyerukan perlunya kerja sama internasional yang lebih erat untuk menghadapi tantangan besar ini. Mereka menegaskan bahwa tindakan konkret harus segera diambil untuk menghindari skenario terburuk yang kian mendekat.
Sumber: www.gelanggangnews.com












