Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau Umumkan Pengunduran Diri, Siapkan Partai Liberal untuk Pemimpin Baru

Gelanggang News – Pada Senin, 6 Januari, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengungkapkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Liberal dan sebagai perdana menteri. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa ia akan tetap menjabat hingga partainya memilih penggantinya.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Liberal dan Perdana Menteri setelah pemilihan pemimpin baru dilakukan,” kata Trudeau dalam pernyataan yang dilaporkan oleh AFP.

Trudeau, yang telah memimpin Kanada sejak 2015, menghadapi tekanan yang semakin besar dari anggota Partai Liberal untuk segera mundur. Survei terbaru menunjukkan bahwa dengan kepemimpinannya yang saat ini menurun, partai tersebut berisiko menghadapi kekalahan besar dalam pemilihan umum mendatang. Angka popularitas Trudeau memang mengalami penurunan drastis dalam dua tahun terakhir, terutama disebabkan oleh keluhan publik terkait kenaikan harga barang dan ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Sebagai bagian dari upayanya untuk menyiapkan jalan bagi pemimpin baru, Trudeau mengumumkan bahwa sidang parlemen akan ditangguhkan hingga 24 Maret. Dengan demikian, pemilu kemungkinan tidak akan digelar sebelum Mei tahun ini. Namun, ia tetap akan menjabat sebagai perdana menteri hingga saat tersebut.

Keputusan Trudeau untuk mengundurkan diri muncul pada momen yang cukup genting, menjelang pelantikan Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, pada 20 Januari. Trump sebelumnya telah mengancam akan mengenakan tarif tinggi terhadap barang-barang Kanada, yang bisa berisiko mengguncang ekonomi negara tersebut.

“Kanada berhak mendapatkan pilihan yang jelas dalam pemilu mendatang. Saya sadar, jika saya terus terlibat dalam persaingan internal di dalam partai, saya tidak akan menjadi pilihan terbaik untuk memimpin negara ini dalam pemilu yang akan datang,” kata Trudeau.

Meskipun sukses memimpin Kanada selama hampir satu dekade dan memenangkan dua kali pemilihan umum berturut-turut, popularitas Trudeau kini berada pada titik terendah. Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru, Partai Liberal diperkirakan akan kalah telak dari Partai Konservatif dalam pemilu yang dijadwalkan pada akhir Oktober mendatang, apapun siapa pemimpinnya.

Pada 27 Januari, parlemen Kanada akan kembali bersidang, namun beberapa partai oposisi berencana untuk segera menggulingkan pemerintahan Trudeau melalui mosi tidak percaya. Hal ini bisa terjadi pada akhir Maret, jika parlemen kembali berfungsi setelah penangguhan tersebut.

Sebelumnya, tekanan semakin meningkat pada Trudeau setelah terjadinya ketegangan dalam kabinetnya, terutama ketika ia mencoba menurunkan jabatan Menteri Keuangan Chrystia Freeland. Freeland, yang merupakan sekutu dekat Trudeau, menolak usulannya dan kemudian mengundurkan diri. Dalam surat pengunduran dirinya, Freeland menuduh Trudeau melakukan “politik licik” dan mengabaikan apa yang terbaik untuk negara.

Dalam pernyataan terakhirnya, Trudeau menegaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai pemimpin dapat membantu meredakan polarisasi politik yang terjadi di dalam parlemen dan memberi kesempatan bagi pemimpin baru untuk memimpin partai menuju pemilu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *