Mahasiswi Tewas di Hotel Cengkareng Usai Dicekoki Narkoba oleh Rekannya

GelanggangNews (Utama) – Jakarta Barat – Seorang mahasiswi berinisial S ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah diduga dicekoki narkoba oleh rekannya.

Kasus bermula pada Rabu malam, 2 September 2026, ketika tersangka berinisial ID mengajak korban bersama sejumlah rekannya untuk karaoke di kawasan PIK 2, Jakarta Utara. Sebelum berangkat, tersangka telah menyiapkan narkoba jenis ekstasi dan obat Riklona. Sesampainya di tempat karaoke, tersangka mengajak korban dan rekannya berinisial ML ke toilet dan memberikan setengah butir ekstasi kepada masing-masing dari mereka meski korban awalnya menolak.

Setelah beberapa jam, tersangka kembali memberikan setengah butir ekstasi kepada korban dan ML. Usai pesta karaoke, ID memberikan dua butir Riklona kepada korban dan rekannya sebelum mereka menuju hotel di kawasan Cengkareng untuk menginap. Kondisi korban mulai memburuk saat tiba di hotel, tampak sangat lemas hingga harus dipapah dan sempat terjatuh di depan lift, sehingga pihak hotel menyediakan kursi roda untuk membawanya ke kamar.

Keesokan harinya pada Kamis, 3 September 2026, tersangka bersama para rekannya meninggalkan korban seorang diri di kamar hotel karena harus bekerja. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh petugas hotel sekitar pukul 13.30 WIB. Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat AKP Rahis Fathlillah mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat intoksikasi zat amphetamine dan methamphetamine, sementara hasil tes urine tersangka menunjukkan positif mengandung methamphetamine, amphetamine, dan benzodiazepine.

Polisi telah menetapkan ID sebagai tersangka dan menyita sejumlah barang bukti termasuk 19 butir obat jenis Riklona, pakaian milik tersangka dan korban, serta bantal dan seprai dari kamar hotel. Tersangka ID dijerat dengan Pasal 116 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keluarga korban meminta proses hukum dilakukan secara transparan dalam mengungkap kasus kematian mahasiswi yang diduga kuliah di salah satu universitas di Banten ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *