PRODUSEN HABUSTRONG KOMITMEN PERTAHANKAN PEKERJA SAAT GELOMBANG PHK DI JAWA TENGAH TEMBUS 6.604 PEKERJA

Sejumlah karyawan Zada Syifa Nusantara tengah bekerja di ruang khusus. Produsen Habustrong ini berkomitmen tidak melakukan PHK. (istimewa)

CILACAP — Di tengah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja atau PHK di Jawa Tengah, PT Zada Syifa Nusantara, produsen Habustrong, memilih mempertahankan seluruh tenaga kerja yang saat ini bekerja di perusahaan. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 6.604 pekerja di Jawa Tengah telah terkena PHK, dengan sektor tekstil dan garmen menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Kondisi tersebut membuat keberlangsungan lapangan kerja menjadi perhatian bagi perusahaan. PT Zada Syifa Nusantara menegaskan tidak ingin menambah daftar pekerja yang kehilangan sumber penghasilan.

PiminanPT Zada Syifa Nusantara Fuad Meifudin mengatakan perusahaan berkomitmen mempertahankan jumlah tenaga kerja yang saat ini sudah ada. Para pekerja yang telah bekerja di perusahaan akan tetap dipertahankan di tengah berbagai tantangan dunia usaha.

Menurut Fuad, kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi para karyawan. Mayoritas tenaga kerja perusahaan berasal dari kalangan menengah ke bawah sehingga kehilangan pekerjaan dinilai dapat semakin memperberat kondisi ekonomi mereka dan keluarga.

Karena itu, mempertahankan pekerja bukan hanya menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kegiatan produksi, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap keberlangsungan kehidupan para karyawan.

PHK JATENG TEMBUS 6.604 PEKERJA

Data hingga akhir Juli 2026 menunjukkan persoalan PHK masih menjadi tantangan serius di Jawa Tengah. Sebanyak 6.604 pekerja tercatat terkena PHK. Dari jumlah tersebut, sektor tekstil dan garmen menjadi penyumbang terbesar.

Di tengah situasi tersebut, PT Zada Syifa Nusantara mengambil langkah berbeda dengan mempertahankan tenaga kerja yang sudah dimiliki.

Ditegaskannya, perusahaan akan berupaya menjaga jumlah karyawan yang telah bekerja di PT Zada Syifa Nusantara. Dengan kebijakan tersebut, perusahaan berharap para pekerja tetap memiliki penghasilan dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Komitmen mempertahankan tenaga kerja juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga hubungan jangka panjang dengan karyawan. Bagi perusahaan, keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja dinilai harus berjalan beriringan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *