GelanggangNews -KONAWE SELATAN – Kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum anggota TNI terhadap seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyita perhatian publik. Pelaku yang teridentifikasi sebagai Sertu MB hingga kini dilaporkan masih dalam pelarian setelah sebelumnya sempat melarikan diri dari pengawasan pihak berwenang.
Kondisi Korban Memprihatinkan
Trauma mendalam kini menyelimuti keseharian korban. Menurut keterangan dari pihak keluarga, kondisi psikologis anak tersebut kian memburuk. Korban dilaporkan sering menangis histeris dan menunjukkan gejala depresi berat yang mengkhawatirkan.
“Kondisi korban semakin parah. Ia mengalami depresi berat hingga mencakar-cakar tubuhnya sendiri dan sering menangis histeris karena ketakutan,” ungkap VN, tante korban, pada Selasa (5/5/2026).
Meskipun saat ini korban telah mendapatkan pendampingan dari psikolog anak, pihak keluarga mengaku belum melihat adanya perubahan signifikan pada kondisi mentalnya. Korban cenderung menutup diri dan merasa sangat trauma terhadap lingkungan sekitar.
Kronologi Kaburnya Pelaku
Dugaan aksi pencabulan tersebut terjadi di kediaman pelaku pada Selasa (14/4) lalu. Pasca kejadian, Sertu MB sebenarnya sempat diamankan ke Kodim 1417/Kendari untuk menjalani pemeriksaan. Namun, dalam sebuah kelalaian saat proses interogasi berlangsung, terduga pelaku berhasil melarikan diri dan menghilang.
Respon dan Langkah Kodim 1417/Kendari
Menanggapi pelarian anggotanya, Dandim 1417/Kendari, Letkol Arm Danny AP Girsang, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihak TNI tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan asusila tersebut.
Langkah-langkah yang diambil pihak Kodim:
Penerbitan DPO: Sertu MB secara resmi telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengerahan Personel: Seluruh jajaran personel telah diinstruksikan untuk melacak dan menangkap pelaku.
Komitmen Hukum: Pihak Kodim berjanji akan memproses kasus ini secara transparan sesuai aturan hukum militer yang berlaku.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Kami berkomitmen tidak ada toleransi. Pencarian terus dilakukan dan seluruh personel sudah dikerahkan untuk melacak keberadaan pelaku,” ujar Letkol Danny, Jumat (1/5).
Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap Sertu MB masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Sementara itu, fokus utama keluarga dan pendamping saat ini adalah memulihkan kondisi psikologis korban yang masih dalam keadaan sangat tidak stabil.













