Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tragedi di Benhil: Tak Betah Bekerja, Dua PRT Nekat Melompat dari Lantai 4, Majikan Kini Diperiksa Polisi

ByAdmin Gelanggang

Apr 24, 2026

GelanggangNews – JAKARTA PUSAT – Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus tragis yang menimpa dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) di sebuah rumah kos kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang. Setelah aksi nekat kedua korban yang melompat dari lantai empat bangunan pada Rabu (22/4/2026) malam, polisi kini telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sang majikan.

Insiden memilukan tersebut mengakibatkan satu korban berinisial R (18) meninggal dunia, sementara rekannya, D (30), mengalami luka-luka serius dan tengah menjalani perawatan.

Pemeriksaan Majikan oleh Polda Metro Jaya

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa majikan dari kedua PRT tersebut telah memenuhi panggilan kepolisian pada Kamis (23/4). Namun, proses penyidikan kini mulai dialihkan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Iya benar, majikan sudah diperiksa. Saat ini pemeriksaan dilakukan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penanganan perkara yang semula di Polsek kemungkinan besar akan ditarik ke Polda,” ujar AKBP Roby dalam keterangannya.

Dugaan Perlakuan Kasar Menjadi Motif Utama

Berdasarkan pendalaman awal, motif di balik aksi nekat kedua perempuan tersebut diduga kuat karena rasa tidak betah akibat lingkungan kerja yang penuh tekanan. Polisi tengah mendalami pengakuan korban mengenai perilaku majikan yang dianggap tidak manusiawi.

Beberapa poin penting terkait keterangan sementara meliputi:

  • Ketidaksukaan terhadap Karakter Majikan: Korban menyebut majikan mereka sangat keras dan “sadis” dalam bertutur kata.

  • Pendalaman Definisi ‘Sadis’: Polisi masih memverifikasi maksud dari istilah “sadis” yang dilontarkan korban. Sejauh ini, laporan belum secara spesifik menyebutkan adanya penyiksaan fisik secara langsung, melainkan lebih kepada sifat majikan yang sangat galak dan tempramental.

  • Tekanan Mental: Tekanan psikologis inilah yang diduga memicu korban R dan D untuk mengambil jalan pintas melompat dari ketinggian demi melarikan diri dari tempat kerja mereka.

Kondisi Terkini

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan menunggu kondisi korban D stabil untuk dimintai keterangan lebih lanjut secara mendalam. Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat isu perlindungan pekerja domestik kembali mencuat akibat peristiwa fatal ini.

Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya diharapkan segera memberikan rilis resmi terkait hasil pemeriksaan majikan guna menentukan apakah terdapat unsur pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau pelanggaran ketenagakerjaan lainnya.