Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tragedi di Bendungan Hilir: Satu ART Tewas dan Satu Patah Tulang Usai Lompat dari Lantai 4

ByAdmin Gelanggang

Apr 24, 2026

GelanggangNews – Dua asisten rumah tangga (ART) yang terjun dari lantai empat sebuah rumah sekaligus tempat kos di wilayah Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui belum lama bekerja di lokasi tersebut. Informasi tersebut disampaikan oleh penjaga rumah kos bernama Edi saat ditemui di lokasi, Kamis (23/4/2026) malam.

Edi membenarkan bahwa kedua ART itu berinisial D (18) dan R (30). Menurutnya, ia tidak mengenal kedua ART tersebut secara dekat dan hanya bertegur sapa ketika bertemu di sekitar rumah kos.

“Keduanya masih baru semua. Yang dirawat di RS itu saya sering say hello. Dia baru tiga atau empat bulan bekerja di sini,” ujar Edi. “Kalau yang satunya baru lima hari bekerja,” tuturnya.

Sebagai informasi, ART yang kini dirawat di RS Mintohardjo berinisial R. Ia mengalami patah tangan akibat terjun dari lantai empat rumah kos tersebut. Sementara itu, D (18) dinyatakan tewas setelah kejadian tersebut.

Edi menjelaskan bahwa saat peristiwa dua ART melompat dari lantai empat, ia sedang tidur di pos jaga bagian depan. Ia kemudian dibangunkan oleh warga yang melaporkan adanya dua perempuan yang diduga meloncat dari lantai atas bangunan. Edi segera bangun dan mengikuti petunjuk warga menuju lokasi tempat kedua perempuan tersebut tergeletak.

“Saya lihat satunya diam, yang satu lagi merintih sakit. Saya sempat tanya kepada yang mengeluhkan sakit,” tutur Edi. “Saya tanyakan apakah bos ada di lantai 4, dia jawab ada sedang tidur.”

Tak lama kemudian, ambulans datang dan kedua ART segera dibawa ke rumah sakit.

Pemilik Kos Tinggal di Lantai 4 Edi menjelaskan bahwa rumah kos yang dijaganya memiliki empat lantai. Lantai 1, 2, dan 3 digunakan sebagai tempat kos dengan total 24 kamar. “Ini kosannya kos campur,” tutur Edi.

Sementara itu, lantai empat dihuni oleh pemilik kos. Namun, menurut Edi, pemilik kos tidak setiap hari berada di lokasi. “Karena kan punya rumah banyak, kadang di sini, kadang di rumah lainnya. Tapi kalau pas di sini, sekeluarga dengan istri dan anaknya,” jelas Edi.

Salah satu ART, yakni R, disebut sering mengantar-jemput anak pemilik kos ke sekolah. Saat itulah Edi biasanya bertegur sapa dengan R. “Tapi hanya tegur sapa, tidak ngobrol,” katanya.

Diduga Ingin Kabur Diberitakan sebelumnya, dua ART perempuan berinisial D (18) dan R (30) terjun dari lantai empat sebuah rumah kos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan bahwa setelah kedua ART tersebut meloncat, warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan. “Kejadiannya tadi malam. Setelah kedua ART loncat, ada warga yang melihat kejadian dan langsung ditolong,” ujar Roby saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).

Warga kemudian menghubungi ambulans darurat. Namun, D meninggal dunia, sementara R mengalami patah tangan dan dilarikan ke RS Mintohardjo. Menurut Roby, saat ini R masih menjalani perawatan namun sudah bisa memberikan keterangan awal kepada polisi.

Roby mengungkapkan bahwa D dan R nekat terjun diduga karena ingin kabur dari tempat mereka bekerja. “Betul, informasi awalnya begitu,” kata Roby.

Berdasarkan keterangan saksi ART lain, D dan R merasa tidak betah bekerja di rumah tersebut karena majikan mereka bersikap galak. “(Saksi) tidak mengatakan suka disiksa, tapi (majikan) galak. Nah, itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan,” tutur Roby.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Majikan dari para ART tersebut telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Saat ditanya mengenai dugaan penyekapan, Roby menyatakan belum dapat memastikan hal tersebut.

“Belum tahu disekap atau tidak. Saya belum bisa bicara lebih dalam ya, masih diperiksa,” pungkasnya.