Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Misteri “Angka 7” di Balik Aksi Spesialis Curanmor Kebayoran Lama yang Berakhir Tragis

ByAdmin Gelanggang

Apr 22, 2026

GelanggangNews – JAKARTA SELATAN – Sebuah peristiwa tragis sekaligus unik mewarnai kasus pengeroyokan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pelaku yang tewas diamuk massa tersebut ternyata memiliki pola yang konsisten dalam melancarkan aksinya: selalu memilih tanggal yang mengandung angka 7.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun hingga Rabu (22/4/2026), pelaku tercatat sudah tiga kali beraksi di lokasi yang sama sebelum akhirnya tertangkap basah oleh warga yang sudah mengintai pergerakannya.

Kronologi Penangkapan dan Amuk Massa

Kemarahan warga memuncak pada Jumat dini hari, 17 April 2026. Saat itu, pelaku kembali terlihat di pemukiman warga untuk mengincar sepeda motor. Warga yang sudah waspada segera menyergap pelaku hingga terjadi aksi main hakim sendiri.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, AKP Ivo Amelia, menjelaskan bahwa saat pihak kepolisian tiba di lokasi, kondisi pelaku sudah sangat kritis akibat luka parah di sekujur tubuh.

“Kami menerima laporan adanya pelaku curanmor yang diamankan warga. Saat petugas sampai, pelaku sudah babak belur. Kami langsung mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati karena kondisinya sudah sekarat,” ujar AKP Ivo, Senin (20/4).

Sayangnya, nyawa pelaku tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

Pola Unik Tanggal “Serba 7”

Hal yang menarik perhatian polisi dan warga adalah konsistensi waktu beraksi sang pelaku. Dari hasil penyelidikan dan pencocokan rekaman CCTV, pelaku selalu melancarkan pencurian pada tanggal-tanggal tertentu:

  1. 17 Maret: Aksi pertama terekam kamera pengawas.

  2. 7 April: Aksi kedua, pelaku mengenakan sweater hitam.

  3. 17 April: Aksi terakhir yang berujung maut.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko, mengonfirmasi bahwa seluruh aksi dilakukan di atas pukul 00.00 WIB. “Berdasarkan rekaman CCTV, ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan pelaku pada tiga kejadian tersebut identik. Hal inilah yang memudahkan warga untuk menandai target,” jelas Joko.

Foto Pelaku Sempat Dipajang di Gang

Keberhasilan warga mengenali pelaku bukan tanpa alasan. Karena geram wilayahnya sering kehilangan motor, warga berinisiatif mencetak tangkapan layar (screenshot) wajah pelaku dari rekaman CCTV dan menempelnya di setiap gang pemukiman.

Metode “sayembara” mandiri ini terbukti efektif. Saat pelaku muncul kembali pada 17 April, warga dengan cepat mengenali wajahnya dan langsung melakukan pengepungan.

Barang Bukti dan Penyelidikan Lanjutan

Meski pelaku telah meninggal dunia, polisi tetap mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Dalam penggeledahan, ditemukan alat-alat yang lazim digunakan oleh spesialis pencuri motor, antara lain:

  • Kunci letter T (alat pembobol stop kontak motor).

  • Sejumlah anak kunci motor yang diduga hasil modifikasi.

Sejauh ini, polisi menduga pelaku bekerja sendirian (single fighter). Namun, pengembangan penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan apakah ada jaringan atau komplotan lain yang terlibat dalam rangkaian pencurian di wilayah Jakarta Selatan tersebut.