GelanggangNews – PT Pertamina (Persero) memastikan dua kapal tanker miliknya yang beroperasi di kawasan Selat Hormuz dalam kondisi aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat. Jalur laut strategis tersebut sebelumnya menjadi sorotan dunia menyusul eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu distribusi minyak global.
Dua kapal tersebut dioperasikan oleh anak usaha Pertamina, yakni Pertamina International Shipping (PIS). Manajemen memastikan seluruh awak kapal berada dalam keadaan selamat dan aktivitas pelayaran masih berjalan sesuai prosedur keselamatan internasional. Pengawasan dilakukan secara ketat dengan memantau perkembangan situasi keamanan secara real time.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan keamanan kru dan aset perusahaan. Selain itu, Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi sebagai bentuk antisipasi apabila situasi di kawasan memburuk.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi pintu utama ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia. Ketegangan di wilayah ini kerap memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak mentah.
Pertamina menyebutkan, dari total empat kapal yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua berada di Selat Hormuz dan dua lainnya di luar kawasan tersebut. Hingga saat ini, tidak ada laporan gangguan operasional maupun ancaman langsung terhadap kapal Indonesia.
Perusahaan juga memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan terkendali. Strategi alternatif distribusi dan komunikasi intensif dengan pemerintah terus dilakukan demi menjaga stabilitas energi di dalam negeri.
Ikuti perkembangan terbaru berita energi hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/













